Imam: Tidak Bisa Berjalan Sendiri

Selasa 30 Maret 2021, Keuskupan Bogor secara khusus mengadakan Perayaan Ekaristi pemberkatan Minyak dan pembaharuan janji Tahbisan di gereja BMV, Katedral Bogor. Tepat sehari sebelum perayaan ini, para Imam juga mengadakan rekoleksi bersama dengan RD Yohanes Suparta yang memberikan sharing iman tentang Imam yang Tak Bisa Dan Tak Boleh Berjalan Sendirian. Semangat ini hendaknya menjadi semangat para Imam agar semakin terbuka untuk mau berjalan bersama dalam mengejawantahkan hidup, kekudusan, dan misi Gereja dalam karya keselamatan. Perayaan Ekaristi ini dihadiri sekitar 73 pastor yang terdiri dari Pastor Diosesan Keuskupan Bogor dan Imam religius (CSE, OFM dan SVD). Perayaan Ekaristi dipersembahkan oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur (Uskup Keuskupan Bogor) bersama staff kuria dan para Imam. Pada perayaan ini juga turut hadir para Frater Tahun Orientasi Pastoral dan Frater Tahun Pastoral serta para seminaris dari Seminari Menengah Stella Maris. Perayaan Ekaristi ini dimulai pukul 11.00 WIB diiringi nyanyian pembuka dari paduan suara Seminari Stella Maris.

Dalam homilinya, Mgr Paskalis menekankan kepada para Imam agar terus menyadari identitas nya dan melakukan apa yang harus dilakukan sebagai seorang Imam. Bapak Uskup mengatakan bahwa para Imam dipanggil dan diutus untuk menggembalakan domba-Nya. Untuk menggembalakan, para Imam memiliki keterikatan dengan pimpinan-nya baik itu religius maupun diosesan. Lalu, melalui pembaharuan janji tahbisan, para Imam diutus dan dibimbing oleh Roh Tuhan. Tuhan ingin mengingatkan juga bahwa Uskup dan Imam hendaknya menjadi satu kesatuan yang berjalan bersama untuk memberikan karya kegembalaan yang lebih baik. Oleh karena itu, para Imam diharapkan memberikan jalan yang benar dan berjalan bersama untuk saling menguatkan. Marilah keluar dari zona nyaman untuk senantiasa ber-discerment dengan baik dalam menjalankan mana yang termasuk kehendak Allah.

Pada akhirnya, Bapak Uskup berpesan marilah menyatakan segala apa yang menjadi tugas kita para Imam ini dalam membaharui habitus yang lama menuju habitus yang baru yang senantiasa mau berjalan bersama. Hal yang dapat dilakukan ialah dengan berdoa dan membicarakan serta berkarya bersama Tuhan, Uskup, para Imam dan sesama sesuai kehendak-Nya. Menutup homilinya, Bapak Uskup berharap semoga segala pelayanan kita di Pekan Suci ini semakin meneguhkan iman kita akan Kristus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: