Mohon Maaf, Tidak Bisa Sembarangan

Selasa, 9 November 2021

PEKAN BIASA XXXII

Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran (P)

Yeh. 47:1-2.8-9.12; Mzm. 46:1-3.5-6.8-9; Yoh.2:13-22

Setiap tempat atau ruangan mempunyai fungsinya sendiri. Contohnya kamar tidur untuk tidur, lapangan bola untuk bermain bola, ruang tv untuk bersantai bersama keluarga, dsb. Fungsi yang melekat pada suatu tempat atau ruangan tersebut menjadikannya unik dan khas. Dengan demikian, orang-orang pun menggunakan suatu tempat dan ruangan sesuai dengan kebutuhan yang cocok dengan fungsi tempat tersebut. Terasa aneh jika ada yang bermain bola di kamar tidur atau tidur di lapangan bola, atau bahkan mandi di ruang tv.

Injil hari ini menceritakan Yesus yang ‘marah’ kepada para pedagang di Bait Suci. Ia menghamburkan uang para penukar ke tanah dan membalikan meja para pedagang. Sekilas tindakan Yesus seperti orang ‘barbar’. Akan tetapi, jika dilihat lebih dalam lagi, sebenarnya yang tidak disukai Yesus adalah kelicikan yang diperbuat para pedagang. Para pedagang dan penukar dengan sengaja menaikkan harga berkali-kali lipat, sehingga merugikan orang-orang yang ingin tulus mempersembahkan sesuatu di Bait Allah. Tindakan Yesus yang mengusir para pedagang menunjukkan bbahwa Bait Allah adalah tempat suci yang menjadi sarana perjumpaan manusia dengan Allah, bukan tempat orang-orang saling menipu dan menghitung-hitung untung-rugi.

Sebagai orang beriman, kita pasti menghormati gereja sebagai tempat kudus. Selain gereja sebagai banguna, kita juga mengenal Gereja sebagai perkumpulan orang beriman. Diharapkan Gereja menjadi tempat pertemuan dan persaudaraan orang-orang dalam cinta kasih karena memang fungsi Gereja sebagai ruang persaudaraan. Jika ada kebencian, egois, rasa ingin menang sendiri maka itu sudah jauh dari fungsi Gereja. Maaf, Gereja tidak bisa dipakai sembarangan untuk urusan pribadi, apalagi yang dapat merugikan orang lain. Semoga pesta pemberkatan Gereja Basilika Lateran hari ini semakin menyadarkan kita akan fungsi Gereja sebagai tempat persaudaraan yang penuh cinta kasih.

Fr. Ignatius Bahtiar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.