Temu Moderatores Komisi Kepemudaan Regio Jawa 2022: Inspirasi Bertoleransi 

KEUSKUPANBOGOR.ORG- Keuskupan Bogor menjadi tuan rumah pelaksanaan Temu Moderatores (Temod) Komisi Kepemudaan (Komkep) Regio Jawa 2022 yang bertema “OMK: Inspirasi Bertoleransi”. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari yang dimulai pada tanggal 5 Juli hingga 8 Juli 2022 di Wisma Tugu Wacana SVD-Cisarua ini dihadiri oleh Moderator Komkep dan perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) dari tujuh keuskupan yang berada di wilayah Regio Jawa yaitu Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Surabaya, Keuskupan Malang, Keuskupan Purwokerto, Keuskupan Bandung dan Keuskupan Bogor. 

Temod Komkep Regio Jawa merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun. Temod bertujuan untuk menemukan dan menyamakan arah gerak pendampingan OMK Regio Jawa serta menjalin komunikasi melalui jejaring kerja sama dalam pendampingan OMK, khususnya Regio Jawa. Pada tahun ini, Keuskupan Bogor sebagai pelaksana kegiatan mengajak para moderator dan kaum muda dari lintas keuskupan Regio Jawa untuk belajar bersama dalam mengenal pluralisme yang terbangun di Kota Bogor serta mengenai toleransi yang menjadi bagian dalam langkah pastoral Keuskupan Bogor. 

Hal tersebut tampak dari berbagai materi yang disampaikan di dalam temod seperti “Potret Keuskupan Bogor & Pluralismenya: Peluang &Tantangan”, dan “Pluralisme dan Toleransi dalam Relasi: Sinode Lintas Iman”. Selain itu, yang tidak kalah menarik kegiatan outing dilakukan dengan mengunjungi rumah-rumah ibadah lintas agama yang berada di kawasan Bogor seperti Gereja Katedral Bogor, Gereja Zebaoth, Vihara Dhanagun, dan Pura Parahyangan Agung. Dari kegiatan-kegiatan tersebut, peran OMK dalam bermoderasi agama sangatlah penting dan OMK dapat menjadi agen-agen perdamaian yang menjunjung toleransi. 

Penutupan 

Menutup rangkaian dinamika yang berlangsung selama empat hari, kegiatan ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor yaitu RD Yohanes Suparta yang didampingi oleh para Pastor Moderator Komkep Regio Jawa. 

Dalam homili yang disampaikan oleh RD Yohanes Suparta, Ia menyoroti mengenai menjadi utusan Tuhan adalah mengerjakan pekerjaan Allah. Dengan mengerjakan pekerjaan Allah, kita akan menemui kesulitan yang berkaitan dengan hal-hal eksternal seperti tidak adanya dukungan dari orang-orang sekitar. Namun ada tantangan dan kesulitan yang lebih besar yang berasal dari diri kita sendiri. Maka perlulah melakukan discernment atas apa yang dikerjakan. 

Jika ada sebuah kesadaran akan kepercayaan kepada Tuhan, kita tidak akan takut akan kemampuan yang kita miliki, karena Tuhan yang akan memampukan. Namun kembali lagi, apakah yang kita lakukan tulus dalam menjalani perutusan dari Tuhan. Karena terkadang ada situasi dimana kita merasa sudah cukup dalam melakukan bermacam hal, namun saat kita berada pada situasi yang tidak sesuai harapan, kita akan kecewa. 

“Dalam pesan Paus Fransiskus dalam Sinode Para Uskup, Bapa Paus mengajak kita untuk melakukan pertobatan. Dalam bacaan Injil hari ini, kita diteguhkan oleh Yesus untuk tidak khawatir agar Roh Kudus yang bekerja pada diri kita. Dalam konteks ini, menjadi moderator kaum muda, perlu melakukan proses discernment agar kita mengetahui apakah yang dilakukan adalah kehendak Tuhan atau bukan. Semoga proses empat hari bersama-sama di tempat ini menguatkan kita untuk memoderasi kaum muda dan menjadi cara kita dekat dengan Kristus yang mendampingi kita” Tegas RD Yohanes Suparta. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!