Istimewa! Keuskupan Bogor Menggelar Perayaan Tahbisan Presbiterat dan Diakonat 

KEUSKUPANBOGOR.ORG – Bertepatan dengan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu, yaitu pada hari Senin (22/8/2022) pagi, Keuskupan Bogor menggelar sebuah momen istimewa yaitu Prosesi Tahbisan Presbiterat bagi Diakon Yoseph Kristinus Guntur Beoang dan Tahbisan Diakonat bagi Frater Nicolaus Yudi Ardhana Mahardika di Paroki Beatae Mariae Virginis (BMV) Katedral, Bogor. 

Perayaan Ekaristi dirayakan secara konselebrasi dipimpin oleh Monsinyur Paskalis Bruno Syukur selaku Uskup Keuskupan Bogor yang bertindak sebagai selebran utama, didampingi Monsinyur Vincenzo Viva selaku Uskup Keuskupan Albano, Italia, Monsinyur Christophorus Tri Harsono selaku Uskup Keuskupan Purwokerto, RD Yohanes Suparta selaku Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor dan RD Nikasius Jatmiko selaku Rektor Seminari Tinggi Petrus Paulus Keuskupan Bogor. Lebih dari 80 orang Imam Diosesan maupun Tarekat turut hadir di dalam Perayaan Ekaristi untuk memberikan dukungan dan berkatnya bagi calon Imam dan calon Diakon Diosesan Keuskupan Bogor tersebut. 

Semangat Sebagai Hamba

Monsinyur Paskalis menyampaikan dalam homilinya, bahwa menjadi Imam atau Diakon dalam konteks Gereja kita adalah berarti siap untuk menjadi pemimpin umat yang berjuang dan berusaha untuk menggembalakan umatnya serta harus siap dalam memahami umatnya. Seorang Imam maupun Diakon adalah orang yang diangkat dan diutus oleh Uskup untuk memimpin tugas yang dipercayakan kepadanya. “Yesus berpesan bahwa saat menjadi pemimpin itu berarti harus menjadi pelayan bagi semua orang yang mempunyai semangat sebagai hamba,” Tegas Monsinyur Paskalis. 

Lebih lanjut, Monsinyur Paskalis menyampaikan bahwa menjadi seorang Imam atau Diakon harus siap melayani siapa saja dan bersedia menjadi pemimpin yang siap mendengarkan umatnya serta memiliki kemampuan berempati kepada umatnya. Tidak kalah penting, seorang Imam harus memiliki kemampuan untuk menyembuhkan luka batin serta mengajak orang lain untuk dapat bertumbuh menjadi lebih baik dalam imannya kepada Tuhan dan relasinya terhadap sesama manusia dan makhluk hidup lainnya. 

“Diakon Guntur dan Frater Ardha harus menyadari bahwa dirinya adalah pemimpin umat, bukan menguasai tetapi memimpin umat tersebut untuk membangun Gereja yang Sinodal,” Pesannya kepada kedua penerima tahbisan tersebut. 

Sosok Istimewa 

Kehadiran Monsinyur Vincenzo Viva, Don Emanuele Spagnolo dan Don Alessandro Brandi yang berasal dari Negara Italia dalam prosesi penahbisan pada hari ini, menjadi bentuk dukungan istimewa bagi kedua penerima tahbisan. Sebelum ditahbiskan sebagai Uskup di Keuskupan Albano,  Monsinyur Vincenzo Viva merupakan Rektor Collegio Urbano “de Propaganda Fide” di Roma, tempat dimana RD Guntur dan Diakon Ardha menjalani masa formasi sebagai seminaris (calon Imam) yang menjalani pendidikan di Roma. Sedangkan Don Emanuele Spagnolo dan Don Alessandro Brandi merupakan pembimbing yang selama ini mendampingi masa formasi mereka berdua. 

Oleh karena itu, ketiga sosok tersebut berperan sangat penting dalam hidup panggilan bagi Diakon Guntur dan Frater Ardha serta ketika mereka tengah menjalani masa pendidikan di Roma. Hal itu disampaikan oleh RD Yoseph Kristinus Guntur Beoang yang baru saja ditahbiskan. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh Imam maupun umat yang membantu selama masa persiapan tahbisan ini. Ia meyakini bahwa tahbisan ini adalah berkat kasih Allah yang menjadi nyata. “Kami meyakini Allah akan membalas kebaikan bagi kalian semua,” tuturnya. 

Monsinyur Vincenzo Viva turut mengungkapkan rasa bahagianya atas Tahbisan Presbiterat yang diterima oleh RD Guntur dan Tahbisan Diakonat yang diterima oleh Diakon Ardha. “Hal yang membahagiakan terjadi ketika formator melihat anak didiknya ditahbiskan,” ungkapnya.

Monsinyur Vincenzo Viva pun berdoa agar banyak anak muda yang tertarik dan menjadi Imam. Oleh karena itu, Monsinyur Viva mengundang umat untuk dapat merayakan perayaan bahagia ini bersamanya.

Tugas Perutusan 

Secara resmi pada hari ini, Keuskupan Bogor mendapatkan anugerah satu orang Imam dan satu orang Diakon yang akan melaksanakan tugas-tugas perutusannya di Keuskupan Bogor. Adapun penugasan yang diberikan dalam perutusan mereka disampaikan oleh RD Yohanes Suparta selaku Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor. Di dalam Surat Keputusan disampaikan bahwa, 

  • RD Yoseph Kristinus Guntur Beoang bertugas menjadi Staf di Seminari Tinggi Petrus Paulus Keuskupan Bogor 
  • Diakon Nicolaus Yudi Ardhana Mahardika bertugas menjadi Staf di Seminari Menengah Stella Maris Keuskupan Bogor

Selamat bagi RD Yoseph Kristinus Guntur Beoang dan Diakon Nicolaus Yudi Ardhana Mahardika atas rahmat tahbisan yang diterima, semoga Tuhan senantiasa menyertai karya penggembalaan mereka di Keuskupan Bogor! Tuhan memberkati. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!