Aku Minta Yesus Datang, Ia Menyuruh Aku Pergi

Jawaban Tuhan atas permintaan manusia belum tentu sama tetapi hasilnya akan menggembirakan dan menyelamatkan. Maka jangan mudah kecewa dan sakit hati, lihat dan nantikan bahwa keajaiban akan terjadi.

RD David
Renungan Harian
Senin, 1 April 2019
Pekan Prapaskah IV
Bacaan : Yesaya 65:17-21, Yohanes 4:43-54

Tak seorang pun dari kita ingin sakit atau mati, bukan? Sakit atau kematian itu tidak pilih-pilih. Bisa menimpa siapa saja : kaya – miskin, tua- muda, saleh – degil, berpangkat terhormat – orang biasa, dan sebagainya. Sebagaimana injil hari ini, seorang anak dari pegawai istana, sakit dan hampir mati. Layaknya orang tua pada umumnya, kesembuhanlah yang diperjuangkan bagaimanapun caranya.

Kedatangan Yesus ke Galilea setelah peristiwa mukjizat di Kana merupakan sebuah kehebohan. Mukjizat yang air menjadi anggur menjadi buah bibir di kalangan orang-orang Galilea. “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati”, adalah sebuah permintaan pegawai istana yang anaknya sakit. Yesus agak sedikit berasumsi bahwa orang ini datang dan percaya setelah mendengar kisah mukjizat tersebut. ” Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya” (Matius 4: 48). Permintaan ini pun dijawab dengan sebuah jawaban yang sebetulnya meragukan karena ada kesan orang ini diusir. Yesus seolah tidak mau repot, “Pergilah anakmu hidup”. Pegawai istana tentunya merupakan salah seorang yang terhormat di masyarakat tetapi dihadapan Yesus tidak ada pengistimewaan. Sikap mau merendahkan hati di hadapan Yesus dan tak peduli dengan jabatan atas sikap Yesus dihadapan banyak orang. Kepercayaan dan kerendahan hati membuahkan keselamatan. Setelah pulang ke rumah orang ini mendapati anaknya pun sudah sembuh.

Jawaban Tuhan atas permintaan manusia belum tentu sama tetapi hasilnya akan menggembirakan dan menyelamatkan. Kadang kita terlalu cepat dan mudah kecewa karena permohonan kita mendapat jawaban yang tidak sesuai dengan harapan ideal kita. Belum tentu jawaban setiap doa, permohonan, dan perjuangan kita sesuai dengan harapan, namun iman kepercayaan dan penyerahan pada kehendak Tuhan itu akan selalu menyelamatkan. Perkataannya bukan sebuah hoax tetapi sebuah keselamatan.

Tuhan ajarlah aku agar sepanjang hari ini aku tidak mudah kecewa bila Engkau menjawab usaha, doa, permohonan dan perjuanganku dengan berbeda karena kuyakin semua indah dan menyelamatkan tepat pada waktunya.


Penulis : RD David
Ilustrasi cerita : Antoni Purbi

One thought on “Aku Minta Yesus Datang, Ia Menyuruh Aku Pergi

  1. Anastasia says:

    Met pagi .. romo 🙏
    Utk mengikuti Yesus kita harus siap jatuh bangun susah senang tawa dan tangis. Hidup harus dijalani dgn ikhlas, bersyukur dan berterima kasih … krn semua itu adalah proses utk menguatkan iman, dibalik semua itu adalah pembelajaran hidup utk semakin tangguh dan bijaksana walaupun awalnya adalah rasa sakit dan kecewa. Intinya percaya dan yakin akan penyertaan dan rencana Tuhan dalam perjalanan hidup kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.