Aplikasi Audio Digital, Sarana Katekese UBK Netra

Jakarta-keuskupanbogor.org: Perkembangan teknologi di masa kini telah memberikan sumbangsih berupa beragam manfaat bagi kehidupan manusia. Salah satu wujud manfaat teknologi ini adalah sebagai sarana dalam mewartakan iman Katolik dan akses katekese yang dapat menjangkau semua umat beriman.

Tidak terkecuali Umat Berkebutuhan Khusus (UBK) yang membutuhkan sarana dalam menguatkan iman Katolik. Karena itu, Komisi Kateketik Keuskupan Agung Jakarta bekerja sama dengan Komunitas KOMPAK Disabilitas dan Aplikasi E-Katolik mengadakan kegiatan Semiloka Gadget Suci (Katekese Audio Digital) untuk merangkul para UBK, khususnya UBK Netra.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan para UBK Netra agar tetap dapat berperan aktif, serta tertarik dalam mengikuti setiap kegiatan Katekese Gereja Katolik yang ada di parokinya.

Kegiatan yang diadakan pada hari Kamis, 7 Maret 2019 di Aula Antonius Paroki Hati Kudus, Kramat, Jakarta Pusat ini bertemakan ‘Iman Timbul dari Pendengaran, dan Pendengaran oleh Firman Kristus’. Acara ini diikuti sekitar 70 orang UBK Netra dan 5 orang UBK Daksa, serta puluhan usher yang turut membantu dalam mendampingi kebutuhan para UBK selama kegiatan berlangsung.

Sarana mengenal Yesus Kristus

Klemensia Sheny Chaniaraga, pendiri KOMPAK Disabilitas yang pada kegiatan ini bertindak sebagai moderator, memperkenalkan dua narasumber yang hadir. Mereka adalah RP Yustinus Agung Setiadi OFM yang merupakan Pastor Paroki Hati Kudus Kramat, dan Bernadus Agus Cahyono, kreator dan pengembang aplikasi E-Katolik.

Klemensia Sheny (kiri) mendampingi seorang UBK Daksa untuk menggunakan aplikasi.

Dalam sambutannya, Pater Yustinus mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk semakin mengenal Yesus Kristus serta membangun relasi di dalam komunitas. Tidak hanya itu, ia juga mengatakan jika pertemuan pembinaan iman Katolik khusus untuk para UBK diadakan secara rutin setiap bulannya, pada minggu pertama dan ketiga di Paroki Hati Kudus, Kramat.

“Perjumpaan setiap orang Katolik harus diwarnai dengan kehadiran Yesus Kristus. Perjumpaan tersebut perlulah menjadi sarana mengenal Yesus Kristus, membangun relasi di dalam komunitas. Pun perlu ada pengajaran, pembinaan dan pemahaman agar kita semakin kenal dan akrab, serta mengetahui apa yang dikehendaki oleh-Nya,” ujar Pater Yustinus.

Bernadus Agus Cahyono memperhatikan seorang UBK Netra yang sedang menggunakan aplikasi E-Katolik.

Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan dari Bernadus Agus Cahyono. Ia bercerita tentang awal mula ia menciptakan dan akhirnya mengembangkan aplikasi untuk umat Katolik secara kontinu hingga saat ini.

“Awal mulanya adalah keinginan untuk membaca Alkitab serta renungan-renungan setiap hari yang berguna untuk pengembangan iman. Namun, ketika mencari di app store, saya agak kesulitan, bahkan tidak ada aplikasi yang menjawab kebutuhan sebagai umat Katolik,” tutur Bernadus.

Hingga saat ini, Bernadus dan timnya terus mengembangkan
sistem serta memperbarui aplikasi E-Katolik dengan semakin banyak pilihan yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan pengguna.

Untuk itulah, acara semiloka ini diadakan agar pengembang aplikasi yang sudah bekerja sama dengan Lembaga Biblika Indonesia (LBI) dan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) ini dapat mendengarkan masukan-masukan, sekaligus mengetahui kendala-kendala yang dialami oleh para UBK dalam menggunakan aplikasi E-Katolik. Meskipun belum sempurna dan masih memiliki kekurangan dalam memenuhi kebutuhan UBK, ke depannya Bernadus akan terus mengembangkan aplikasi agar menjadi kian baik. Harapannya, E-Katolik pun dapat menjadi semakin ramah bagi pengguna dari kalangan UBK.

Dalam kegiatan ini, para UBK diajak untuk mencoba aplikasi E-Katolik yang sebelumnya sudah di-upgrade. Selain itu, ada juga acara doorprize dan diakhiri dengan doa dan berkat penutup, serta foto bersama. (Maria Dwi Anggraeni/MEKAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.