Berani (atau Takut) karena Benar

Renungan Harian
Senin, 22 April 2019
Hari Kedua dalam Oktaf Paskah
Bacaan : Kisah Para Rasul 2:14.22-32, Matius 28 : 8-15

Kebangkitan Yesus bukanlah sebuah berita hoax. Para wanita yang mengunjungi kubur Yesus segera bergegas hendak memberitakan kabar kebangkitan dan perjumpaan dengan Yesus yang bangkit. “Jangan takut! Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku” (Matius 28 :10). Bagi sebagian pihak, kabar kebangkitan ini merupakan ancaman. Maka serangkaian rencana busuk pun dilakukan mulai dari merangkai cerita bohong, suap, dan saksi dusta.

Panggilan menjadi pengikut Yesus adalah menjadi pewarta kebenaran. Menjadi orang benar tentunya akan mendapat halangan dari orang-orang yang merasa terancam dengan kebenaran. Bahaya dan resiko menjadi orang benar pun cukup besar. Membawa semangat kebenaran rupanya menjadi sebuah kebutuhan penting bagi bangsa kita saat ini. Begitu mudahnya kita diperdaya oleh beragam kisah/cerita/berita hoax dan bohong dan mungkin secara tidak sacar kita ikut serta dalam penyebarannya.

Tidak perlu takut menjadi orang benar. Menjadi orang benar bukan berarti tidak pernah salah. Kebanyakan orang justru “takut salah” yang akhirnya orang terhenti, tidak berani berbuat dan mandeg.

Tuhan ajarlah aku untuk berani berkata, berbuat dan bertindak yang benar. Bila pun aku mengalami salah, bantu aku bangkit lagi untuk belajar memperbaiki salahku sampai akhirnya menemukan kebenaran. Amin

(RD David)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.