Berhenti Sejenak

Selasa, 10 September 2019
Pekan Biasa XXIII
Bacaan I        : Kol. 2: 6-15
Bacaan Injil    : Luk. 6: 12-19

KITA memiliki rutinitas dalam hidup sehari-hari. Apalagi jika kita berkecimpung dalam dunia kerja khususnya perkantoran, biasanya kita memiliki jadwal aktivitas yang padat namun cenderung stagnan. Bangun pagi, mandi, sarapan, berangkat kerja, bekerja, pulang larut malam, istirahat, lalu kembali lagi ke rutinitas awal. Terkadang, rutinitas ini bisa membuat kita tidak merasakan lagi ‘makna hidup’. Beberapa orang bahkan mengatakan bahwa apa yang dilakukannya hampir seperti robot. Teratur, tertata, ditentukan oleh waktu, namun tidak bebas. Untuk itulah, ada kalanya kita perlu ‘berhenti sejenak’ untuk kembali mengisi semangat dan melihat lebih jelas akan makna hidup kita.

Melalui bacaan Injil, kita bisa ‘mengintip’ kebiasaan Yesus dalam hidup sehari-hariNya sebagai manusia. Biasanya, ketika Ia ingin mengambil suatu langkah penting, Ia pergi dahulu ke suatu tempat–biasanya bukit, untuk berdiam diri dan berdoa. Lalu Ia kembali lagi ke bawah untuk bertemu dengan khalayak ramai. Bacaan Injil pada hari ini pun menunjukkan sikap Yesus seperti di atas. Ketika ia ingin memilih kedua belas murid untuk dijadikan rasul, Yesus pergi ke sebuah bukit untuk berdoa kepada Allah. Setelah itu, barulah Ia turun untuk memanggil para rasul-Nya.

Yesus adalah pribadi yang tidak lepas dari doa. Ia selau meluangkan waktu sejenak untuk ‘mendengarkan’ Allah. Pribadi Yesus yang selalu ingin mendengarkan Allah menjadi teladan bagi kita semua. Ketika kita bersedia mendengarkan dan menjalankan kehendak Allah, maka segala yang baik pun akan terjadi dalam hidup kita.

Dalam hidup sehari-hari, totalitas dalam melakukan pekerjaan mungkin menjadi prioritas kita. Dengan rela, kita mencurahkan seluruh waktu dan tenaga kita, serta mengorbankan semuanya untuk berhasil dalam pekerjaan itu. Tentunya melakukan pekerjaan kita dengan benar dan sungguh-sungguh bukanlah hal yang buruk; malah itulah yang dikehendaki juga oleh Allah. Namun, sikap Yesus hari ini mengingatkan kita untuk tidak lupa ‘berhenti sejenak’.

Maksudnya, kita perlu selalu mendengarkan apa yang Allah inginkan dalam hidup kita. Fakta bahwa saat ini Anda bersedia membaca Injil dan renungan ini pun merupakan awal yang baik. Dengan meluangkan waktu untuk mendengarkan-Nya, kita bisa menjalani hari-hari dengan hati dan pikiran yang lebih terarah. Pekerjaan kita pun bukan lagi sekadar rutinitas atau kewajiban tanpa tujuan, karena ada makna khusus dan rancangan Allah yang bekerja di dalamnya.

Sekarang, maukah kita berhenti sejenak untuk mendengarkan Allah dalam setiap pekerjaan kita? (Fr Constantin Reynaldo Adja Mosa)


Yesus Tuhan kami, Engkau telah menunjukkan pada kami betapa berharganya waktu untuk hening dan mendengarkan Allah dalam hidup sehari-hari. Semoga kami pun dapat meneladan Engkau dan membiarkan kehendak Allah menuntun setiap kegiatan kami. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.