Berpegang pada yang Pasti

Kamis, 14 November 2019
Hari Biasa, Pekan Biasa 32
Bacaan 1   : Keb. 7:22-8:1
Mazmur     : Mzm. 119:89,90,130,135,175
Injil      : Luk. 17:20-25

SAAT ini, kita tidak dapat menutup mata dari berbagai masalah yang sedang melanda dunia. Mulai dari pemanasan global, ketimpangan dalam masalah sosial-ekonomi, radikalisme agama, dan masalah-masalah lainnya yang terjadi di dunia. Aneka kekacauan seakan-akan berlangsung sangat cepat, membuat manusia resah dan tidak tahu di mana jalan keluar atas semua permasalahan yang terjadi. Tidak heran jika banyak yang mengatakan bahwa akhir zaman akan segera terjadi. Sebagai umat beriman, kita selalu dipersiapkan untuk menghadapi akhir zaman yang bisa datang kapan saja. Ketika ini terjadi, bacaan Injil pada hari ini memberikan pesan yang penting untuk kita.

Bacaan injil pada hari ini ingin memberitahukan bahwa kedatangan Tuhan kembali dan kerajaan-Nya yang menandakan akhir zaman itu tidak dapat diprediksi oleh manusia. Satu hal yang perlu dipegang adalah bahwa waktu-Nya itu tidak sama dengan waktu kita. Tetapi, Yesus memberikan petunjuk mengenai siapa itu Putra Manusia yang merupakan tanda akan hadirnya Kerajaan Allah dalam bacaan pertama pada hari ini. Anak Manusia yang disebut oleh Yesus itu merupakan diri-Nya sendiri. Yesus sedang memberikan perumpamaan tentang kehadiran diri-Nya di dunia yang sungguh-sungguh kita percayai. Kita tahu bahwa pada akhirnya Yesus naik ke surga dan berjanji akan kembali ke dunia.

Jika dihubungkan dengan fenomena yang terjadi di dunia ini, hendaknya kita berpegang kepada yang pasti, yaitu percaya secara penuh kepada Tuhan sendiri sebagai sang pemilik hidup. Fenomena yang terjadi membuat kita sebagai umat beriman hendaknya berjaga-jaga untuk menyambut Anak Manusia yang kembali datang ke dunia untuk kedua kalinya. Kalau di kedatangan-Nya yang pertama hanya sedikit umat yang menerima dan berjumpa dengan-Nya, di kedatangan-Nya yang kedua nanti semua makhluk akan melihat-Nya. Mari bersama-sama mempersiapkan diri agar selalu layak dan pantas menyambut kedatangan-Nya, bukan semata-mata memusingkan kapan waktunya. (Fr. Michael Randy)


Allah Bapa, anugerahkanlah kami kebijaksanaan untuk selalu hidup dalam ketetapan-Mu. Sehingga di waktu kedatangan-Mu nanti, semoga kami pun menjadi layak dan pantas untuk tinggal dalam kemuliaan-Mu selamanya. Amin.

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: