Doa yang Meluluhkan Hati Allah

Renungan Minggu 
Minggu, 28 Juli 2019
Hari Minggu, Pekan Biasa XVII
Bacaan : Kej 18:20-33, Kol 2:12-14, Luk 11:1-13

Mungkin kita ada rasa iri hati terhadap orang lain, yang doanya dikabulkan Tuhan. Atau mungkin selama ini kita sering hampir putus asa dalam berdoa karena doa kita tak pernah dibalas Tuhan. Kalau kita berdoa, maunya segera Tuhan kabulkan apa yang kita minta. Jadi, tidak perlu kita repat-repot novena, ziarah, puasa atau lainnnya. Kita sudah banyak tahu bahwa berdoa itu ibaratnya berbicara dengan Tuhan. Tetapi, kita ini maunya yang praktis saja cara berhasil dalam doa yang segera dikabulkan Tuhan. Tentu hal demikian itu bukan sikap orang beriman, bukan?

Sebagai orang beriman, berdoa adalah bagian penting dari proses hidup beriman kita. Berdoa memang berdialog dengan Allah. Dalam hal berdoa, kita bisa meniru cara Abraham, yakni berdialog terus menerus dengan Allah. Sikapnya seperti orang yang melakukan tawar menawar tanpa rasa malu, sampai hati Allah luluh. Allah mengabulkan permintaan Abraham, tentu saja didasari sikap iman yang benar, tidak saja dari sepuluh orang benar di Sodom, tetapi yang utama adalah iman Abraham!

Dalam Injil hari ini, atas permintaan para muridNya, Yesus mengajarkan cara berdoa yang berhasil. Yesus mengemukakan beberapa hal keutamaan berdoa: (1) memuliakan Allah, (2) keselarasan dengan kehendak Allah, (3) permohonan yang jelas sesuai kebutuhan hidup, (4) ingat terus janji Allah sendiri : “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Nah, bagaimana cara berdoa anda selama ini kepada Tuhan? 

Ya Yesus, ajari aku berdoa dengan tekun, sambil sabar menunggu hati Allah memenuhi janjiNya. Amin.
(Penulis : Antoni Purbi)

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: