Cahaya Kristus

Senin 23 September 2019
Bacaan I : Ezra 1 : 1-6
Bacaan Injil : Luk 8:16-18

CAHAYA akan selalu menerangi setiap sudut bila ia tidak ditutupi. Di kegelapan yang sangat pekat sekali pun, cahaya yang sangat kecil pasti akan terlihat. Cahaya memampukan kit melihat segala sesuatu yang ada di dunia ini. Tanpa cahaya, kita tidak akan bisa melihat sekalipun memiliki mata yang sehat. Selain itu, sifat cahaya juga dapat memantul ke segala arah sehingga yang lain dapat pula melihat.

Yesus yang hadir di dunia ini adalah cahaya keselamatan bagi semua orang. Dia adalah kabar sukacita yang penuh dengan harapan. Ia memampukan kita melihat yang benar dan salah, bahkan memberikan makna terdalam dalam hidup kita, sehingga segala sesuatu yang gelap bagi kita jadi nampak jelas karena cahaya-Nya. Kita pun hidup dengan seturut kehendaknya. Oleh sebab itu, kita pun perlu sungguh-sungguh mendengar apa yang injil katakan agar hati kita penuh dengan terang Cahaya Kristus.

Namun cahaya ini tidaklah hanya untuk diri sendiri, tetapi bagi semua orang. Kita yang telah mendapat cahaya-Nya, yakni kabar sukacita Injil, hendaklah tidak hanya menyimpannya untuk diri sendiri, tetapi juga membagikannya kepada yang lain. Kita menjadi media untuk memantulkan cahaya kasih Yesus kepada orang lain. Pantulan cahaya itu artinya kita hidup sesuai dengan perintah injil. Dengan demikian, orang lain pun melihat Yesus di dalam diri kita. Kita pun menjadi Alter Kristus. (Fr. Albertus Aris Bangkit Sihotang)


Ya Bapa, semoga cahaya-Mu terus menerangi akal budi dan hati kami. Biarlah seluruh perkataan dan perbuatan kami menjadi refleksi dari terangnya kebenaran yang Engkau tunjukkan bagi dunia. Amin.

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: