Dankor Brimob, Irjen Pol Anang Revandoko, Gandeng Tokoh Gereja Bangun Spirit Kebangsaan

Kelapadua-keuskupanbogor. org : Upaya membangun kesatuan dan kerukunan anak bangsa sebagai satu bangsa NKRI merupakan tugas bersama. Tugas ini memerlukan kerjasama dan sinergitas terpadu seluruh elemen bangsa. 

Usai melaksanakan gelar apel dan berbagai kegiatan di hari terakhir tahun 2019 (Selasa, 31/12), Komandan Brimob Irjen Polisi Anang Revandoko mengundang para tokoh gereja dalam wawan hati dan makan siang bersama di kediaman rumah dinas beliau sebagai upaya menjalin sinergitas dan tali silaturahmi.

Para tokoh gereja dari Gereja Santo Thomas dan Gereja Gideon hadir dalam wawan hati bersama Dankor Brimob, Irjen Pol Anang Revandoko, Selasa, 31/12. Foto : RD David

Sekitar Pkl. 12.15, mantan Kapolda Kalteng ini menjumpai para tokoh gereja yang sudah hadir di tempat kediaman beliau di Kawasan Mako Brimob. Senyum sapa dan salam hangat beliau menyambut kehadiran para tokoh gereja Katolik Santo Thomas dan Gereja Gideon; dua gereja yang ada di Kawasan Mako Brimob. 

Romo Dion, Romo David, Bapak Firisco, Pendeta Risto Andaki, Pendeta John dan Pendeta Margaretha adalah tokoh-tokoh gereja yang diundang dalam perjumpaan penuh persahabatan dan persaudaraan ini. 

Romo Dion memberikan berkat kepada Komandan Brimob. Foto : RD David

“Para Romo dan Pendeta, terima kasih banyak atas kehadirannya”, ucap orang nomor  satu di Mako Brimob Kelapadua ini. “Mohon maaf. Seharusnya saya yang datang berkunjung”, tambahnya sambil mohon dimaklumi karena padatnya tugas-tugas. 

Dalam perjumpaan penuh kehangatan ini, komandan brimob menyampaikan harapan besarnya agar NKRI tetap satu dan utuh. Ia mengakui bahwa tugas ini perlu dukungan pula dari para tokoh agama sembari mengisahkan kondisi bangsa saat ini khususnya peristiwa di Papua.

Komandan Brimob Irjen Pol Anang Revandoko bersama salah seorang anggota Brimob, AKP Kosmas. Foto : RD David)

Ada tiga harapan besar yang disampaikan beliau. Pertama ia memohon doa dari para tokoh gereja untuk tugas pengabdiannya dan seluruh anggota Brimob. Kedua, ia meminta agar para tokoh gereja membina dan membimbing kerohanian dan mental para anggota. Ketiga, ajakan untuk lebih giat mewartakan kebaikan di tengah ujaran-ujaran kebencian dan kekerasan.

“Saya ingin bangsa ini utuh dan tidak terpecah”, tegasnya. Pria kelahiran 14 oktober 1965 ini pun menyampaikan harapannya agar di Mako Brimob ini dapat menjadi “Laboraturium Toleransi” dan untuk itu ia mengajak peran aktif para tokoh agama.

“Saya pernah membuat Natal Kebangsaan ketika saya menjabat Kapolda Kalteng. Saya ingin suatu saat di sini pun dapat terjadi. Misal ketika Natal, anggota yang muslim membantu jadi panitia Natal dan sebaliknya”, kisahnya dengan penuh antusias.

Pria lulusan Akpol 1988 bahkan tidak ragu-ragu mengajak para Romo dan Pendeta untuk berbagi ide dan gagasan untuk mewujudkan nilai-nilai kebangsaan semakin menguat. Romo Dion pun menimpali dengan kiprah Gereja Katolik dalam upaya tersebut yang disuarakan dalam Kerawam serta pesan-pesan tahunan dari Bapa Uskup dan Keuskupan.

Romo Dion dan Dankor Brimob Irjen Pol Anang Revandoko sesaat sebelum romo beranjak pamit. (Foto : RD David)

“Para romo dan Pendeta bila ada butuh bantuan apa-apa kami siap”, papar pria yang beberapa waktu lalu berkunjung dan minta doa dari Mgr Ignatius Kardinal Suharyo menawarkan bantuan Brimob bagi kegiatan-kegiatan kerohanian. “Kami berterima kasih selama perayaan Natal kemarin aman dan kami mendapat akses parkir di area Mako Brimob”, sahut para romo yang diamini juga para pendeta.

Makan siang, doa dan berkat serta foto bersama menjadi pamungkas perjumpaan siang tadi. Bahkan Irjen Pol Anang Revandoko pun menghantar para tokoh gereja ini hingga para tokoh ini masuk kendaraan untuk kembali ke tempat tugas masing-masing. Sungguh sebuah peristiwa indah di penghujung tahun 2019 ini.

(RD David)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.