Felix Culpa

  • Sabtu, 18 Januari 2020 
  • Hari Biasa, Pekan Biasa 1
  • Bacaan I : 1 Sam 9:1-4.17-19;10:1a                
  • Bacaan Injil : Mrk 2:13-17                                                             

Dalam Bahasa latin felix berarti gembira/menggembirakan (seperti nama wali negeri Romawi (bdk Kis 23:24)). Dan culpa (latin) berarti dosa/kesalahan. Kalimat ini secara keseluruhan dapat diartikan sebagai ‘dosa yang menggembirakan’. Dalam tradisi Gereja Katolik mengenal ajaran ini melalui kisah Kitab Kejadian mengenai dosa asal (original sin), juga dalam Exultet pada misa malam Paskah. Serta diperdalam juga melalui ajaran Santo Agustinus (dalam teorinya mengenai kejatuhan manusia), Santo Thomas Aquinas (dalam teorinya mengenai hubungan sebab akibat antara dosa asal dan inkarnasi), juga ensiklik Paus Yohanes Paulus II mengenai penebusan manusia, dll.

            Memang masih muncul perdebatan mengenai ajaran ini, pada dasarnya ungkapan felix culpa ingin mengajarkan kepada kita untuk selalu bersyukur. Jika dianalogikan, hal ini seperti spiritualitas ‘untung’. Ketika mengalami suatu musibah, biasanya kita selalu beragumen ‘untung kamu masih selamat’, ‘untung tidak terbakar semua’. Peristiwa Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa dapat juga dilihat pada sisi yang lain. Melalui peristiwa kejatuhan dosa, Allah memberikan putera-Nya yang terkasih untuk datang ke dunia untuk menebus kegagalan Adam dan Hawa (Yoh 3:16) Nalarnya, bagaimana jika Adam dan Hawa saat itu tidak terbujuk oleh rayuan setan(ular), (bdk Kej 3) Apakah Allah tetap berinkarnasi? Kalau seandainya ‘iya’, untuk apa? Untuk itu peristiwa manusia jatuh ke dalam dosa membawa kita sampai pada pengenalan akan Kristus.

            Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, dalam bacaan hari ini saya mengajak saudara dan saudari semua merenungkan kembali sejarah keselamatan yang datang dari pada-Nya. Masing-masing dari kita pasti pernah mengalami kegagalan, dosa dan kelalaian. Larut dalam kesedihan menutup kemungkinan pembebasan. Kasih Allah yang paling besar adalah memberikan dirinya untuk kita (manusia), sudah layak dan sepantasnya kita membalas. Permenungan hari ini bukan membenarkan pribadi masing-masing dari kita untuk melakukan dosa, tetapi lebih melihat secara positif dan bersyukur bahwa kita (manusia) diberikan yang terbaik walaupun kita berdosa; bahkan yang berat sekalipun.

            Injil Markus pada hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa kita semua memiliki kecenderungan berbuat dosa, tetapi jangan larut dalam penyesalan yang berkepanjangan sehingga hidup menjadi terbengkalai. Tetap yakin pada Yesus yang akan hadir sebagai tabib bagi kita dan menyembuhkan kita dari dosa-dosa kita. –Tuhan Memberkati-

Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kedatangan-Mu untuk menebus dosa-dosa kami. Teguhkanlah iman kami agar tidak jatuh dalam kecenderungan berbuat dosa namun segera menyadari dan kembali kepada-Mu. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.