Gelar Doa Bersama Untuk Pahlawan Revolusi, Catherine Pandjaitan, Puteri DI Pandjaitan “Kami Mengampuni”

Jakarta – keuskupanbogor.org : Bertempat di Monumen Pancasila Sakti, doa bersama untuk mengenang para pahlawan revolusi yang gugur dalam persitiwa G30S/PKI, diselenggarakan dengan penuh khidmat (senin, 30/9). Para keluarga pahlawan revolusi hadir untuk berdoa dan memberikan spirit kebangsaan yang begitu kuat.

Acara yang dikomandoi oleh Kodam Jaya ini dilangsungkan rutin setiap tahun atas prakarsa Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. “Tahun ini, acara doa bersama digelar di dua tempat yaitu di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya dan di Mabes TNI Cilangkap”, tutur Mayor Teguh (Kodam Jaya).

Mayjen TNI Eko Margiono menekankan pentingnya memperkokoh empat pilar bangsa dan waspada pada pihak-pihak yang hendak memecah bangsa. (Foto : RD David)

Mayjen TNI Eko Margiyono (Pangdam) dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah sarana memperkokoh kesatuan para anak bangsa dan mengetahui fakta sejarah yang diceritakan langsung oleh saksi hidup. “Mari kita waspadai pihak-pihak yang hendak melunturkan 4 pilar bangsa. Mari kita bersatu menutup segala celah yang bisa memecah bangsa”, ungkapnya tegas. 

Bapak Untung, Putera Jenderal A Yani mengisahkan kejadian yang diingatnya saat itu.  Dengan penuh haru beliau sampaikan “hati kami hancur bahkan kami tidak sanggup berdiri lagi. Kami yang masih kecil waktu itu tidak sanggup membela ayah kami saat itu. “Saya melihat bapak saat ditembak dan terjatuh, kami tidak berdaya”, penuh haru ia berkisah.

Sementara itu Catherine Pandjaitan, puteri bungsu dari Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan menuturkan pula bagaimana ayahnya ditembaki dalam keadaan berdoa. Peristiwa pilu itu tentu menyesakkan tetapi keluarga bangkit. “Pengampunan adalah kunci. Kami tidak dendam, kami mengampuni mereka, itulah panggilan sebagai anak Tuhan”, tuturnya. “Kami bangga pada ayah kami”, ungkapnya.

Doa dilangsungkan dalam berbagai cara sesuai agama yang ada di Indonesia : Islam, Katolik dan Protestan (gabung dalam bentuk Oikumene), Hindu, dan Budha. Setiap doa dipimpin oleh para rohaniwan yang diundang khusus untuk kegiatan rutin tahunan ini.

Tampak pula hadir dalam doa bersama ini Gubernur DKI Jakarta, H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D, jagarna pejabat di TNI AD, perwakilan dari KASAU, KASAL dan POLRI.

(RD David)

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: