Gerakan Orang Tua Asuh Perlu Berfokus pada Pembangunan Kualitas SDM

Bogor-keuskupanbogor.org: Semangat misioner merupakan spirit yang harus hidup dalam jiwa setiap umat beriman. Tugas mewartakan Injil tidak terbatas pada kaum klerus dan religius saja, melainkan juga merupakan panggilan bagi seluruh umat awam sesuai talenta dan bidang karyanya masing-masing. Dengan menjiwai semangat misioner, umat bukan hanya hidup untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain yang membutuhkan.

Panggilan ini jugalah yang menjiwai gerakan orang tua asuh. Di Keuskupan Bogor, gerakan orang tua asuh dikoordinasikan oleh Komisi PSE Keuskupan Bogor. Pada Sabtu (20/7) lalu, sekitar 60 anggota Seksi PSE dan penggerak orang tua asuh di paroki-paroki se-Kesukupan Bogor menghadiri pertemuan di Aula BMV Katedral Bogor. Dalam pertemuan ini, Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur dan Ketua Komisi PSE Keuskupan Bogor RD. Ridwan Amo menjadi narasumber untuk memberi imbauan-imbauan terkait gerakan orang tua asuh.

Tumbuh bersama Gereja

Sesuai dengan salah dua unsur tema Sinode 2019 Keuskupan Bogor, yakni peduli dan misioner, para penggerak diajak untuk melayani dan membangun anak asuh menjadi SDM yang berkualitas. Kualitas ini terdiri dari dua aspek: beriman teguh, dan siap terlibat aktif dalam kehidupan menggereja maupun bermasyarakat. Untuk membentuk kualitas tersebut dalam diri anak asuh, umat pun perlu membangun kepedulian yang tidak hanya sekadar memberi bantuan materiil, melainkan juga dukungan moril dan spiritual.

GOAPP St. Herkulanus, Ayo Sekolah St. Paulus, dan TANDAS Sukabumi menjadi gerakan-gerakan paroki yang dijadikan contoh bagi paroki-paroki lain. Selain kontribusi materil secara berkesinambungan, gerakan-gerakan ini juga berfokus pada pembangunan kualitas anak asuh.

Agar visi ini dapat diwujudkan, penggerak perlu menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk terbentuknya ikatan kuat antara anak asuh dengan Gereja. Dengan demikian, anak asuh pun dapat tumbuh berdekatan dengan Gereja, menjadi pribadi yang berjiwa sosial, dan kelak siap membantu yang lain.

“Mari kita semua bersama-sama menjadikan gerakan orang tua asuh sebagai suatu gerakan dengan semangat kepedulian dan misioner,” ajak Mgr. Paskalis dalam penutupan pertemuan.

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: