Hari Ulang Tahun Gua Maria Rangkasbitung

Minggu (12/08/2018), Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung terlihat meriah. Sebuah tenda dan panggung dengan banyak kursi telah nampak rapi. Tidak hanya itu sejumlah peziarah dari berbagai komunitas dan paroki juga namapk telah memadati Gua Maria Bukit Kanada.

Hari itu yang merupakan Hari Raya Maria Diangkat Ke Surga juga merupakan Hari Ulang Tahun Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung yang 30 tahun serta hari terakhir Novena 3x Salam Maria. Memang dalam menyambut Hari Ulang Tahun Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung yang ke 30, panitia yang juga umat di Paroki Santa Maria Tak Bernoda mengadakan rangkaian Novena 3x Salam Maria pada tiap 2 minggu yang dimulai pada 22 April 2018.

Rangkaian acara diawali dengan Novena 3x Salam Maria yang lalu dilanjutukan dengan misa konselebrasi RD Stefanus Maria Sumardiyo selaku Pastor Paroki Kristus Raja-Serang, RD Andreas Bramantyo selaku Pastor Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Rangkasbitung, RD Antonius Garbito Pamboaji selaku Pastor Vikaris Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Rangkasbitung, Mgr. Christophorus Tri Harsono selaku Uskup terpilih Keuskupan Purwokerto dengan selebran utama Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM.

Mengawali homilinya, Mgr. Paskalis mengajak umat untuk mendaraskan doa Salam Maria secara bersama. Selanjutnya beliau mengatakan bahwa tepatlah undangan dari Romo Andre terhadap Mgr. Paskalis dan Mgr. Tri Harsono untuk merayakan ekaristi pada Hari Raya Maria Diangkat Ke Surga karena baik Mgr. Paskalis maupun Mgr. Tri Harsono mengambil motto kegembalaan dengan terinspirasi dari teladan Bunda Maria yaitu Mgr. Paskalis mengambil motto kegembalaan sebagai Uskup Bogor “Magnificat Anima Mea Dominum” (Jiwaku Memuliakan Tuhan) dan Mgr. Tri Harsono mengambil motto kegembalaan sebagai Uskup Purwokerto “Fiat Mihi Secundum Verbum Tuum” (Terjadilah Padaku Menurut PerkataanMu).

Mgr. Paskalis juga mengatakan bahwa barangkali kita masing-masing memiliki pengalaman-pengalaman  yang meneguhkan kita secara pribadi untuk terus berkaca dan berbicara dengan Bunda Maria. Ternyata hidup dengan Bunda Maria itu meneguhkan kita dalam hidup ini. Dengan datangnya kita berdevosi ke Gua Maria Bukit Kanada tentunya ada  sesuatu yang terjadi dalam hidup kita dimana Tuhan berkarya. Hari ini kita merayakan Hari Raya Maria Diangkat Ke Surga, dimana Allah berkarya secara istimewa dalam hidup Bunda Maria. Tuhan menawarkan Bunda Maria untuk menjadi Bunda Tuhan dan bukan pada wanita-wanita lain yang lebih hebat adalah suatu misteri Allah. Bunda Maria menerima tawaran itu dengan sukacita dan kerendahan hatinya kemudian berangkat ke rumah Elisabeth untuk berbagi sukacita yang telah diterimanya. Sejak awal Gereja Katolik menghormati dan mengakui karya besar Allah dalam diri Bunda Maria yang terus dikembangkan dalam bentuk devosi dan doa Rosario. Gereja Katolik juga melihat bahwa banyak orang disertai Bunda Maria dalam hidupnya yang membuat mereka percaya kepada Yesus Kristus. Bunda Maria mempunyai peranan yang luar biasa dalam hidup kita karena setiap kali Bunda Maria menampakkan diri, Bunda Maria senantiasa mengajak kita untuk bertobat dan percaya kepada Kristus. Pada tanggal 1 November 1950 Paus Pius XII mengeluarkan ajaran resmi gereja yaitu dogma Maria Diangkat Ke Surga dengan jiwa dan raganya seutuhnya. Beriman katolik itu artinya kita menyerahkan diri seutuhnya dalam karya Tuhan. Ada hal yang bisa kita pahami tapi ada hal yang kita tidak bisa pahami karena kemampuan kita sebagai manusia itu terbatas. Jika kita pernah ragu akan iman maka hendaknya kita percaya dan memberikan diri dalam karya Allah. Percaya berarti kita melaksanakan meskipun kita tidak memahaminya seperti halnya Bunda Maria.

Mengakhiri homilinya, Mgr. Paskalis memaparkan 3 hal yaitu bahwa Tuhan Allah memanggil kita terus menerus untuk terus berkarya bersama Dia. Mari kita berkarya bersama Dia. Yang kedua, Bunda Maria itu membawa Kristus bahkan dalam rahimnya namun Bunda Maria terus membawa Kristus dalam hidupnya. Jadi kita pun hendaknya membawa Kristus dalam hidup kita. Yang terakhir, manusia pilihan Tuhan itu harusnya manusia mempunyai kerendahan hati dalam hidupnya. Allah yang Maha Besar itu menghendaki kita untuk menjadi manusia-manusia yang memiliki kerendahan hati sehingga kita akan senantiasa bersukacita dalam hidup.

Persembahan dibawa oleh 4 OMK putri yang menarikan tarian daerah.

Sebelum berkat dan pengutusan, RD Andreas Bramantyo mengatakan bahwa nantinya Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung ini akan dijadikan sebagai Marian Center di Keuskupan Bogor. Selain itu juga beliau mengungkapkan terima kasih pada para donatur yang telah berkenan membantu proses pengerjaan dan memberi perhatian yang telah diberikan untuk Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung.

Mgr. Christophorus Tri Harsono juga menceritakan saat beliau masih menjalani tahun pastoral selama 4,5 tahun di Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Rangkasbitung hingga akhirnya beliau terpilih menjadi Uskup Keuskupan Purwokerto. Beliau juga mengatakan bahwa pengangkatan dirinya sebagai Uskup Keuskupan Purwokerto adalah sebuah kebaikan Tuhan. Semakin tinggi jabatan seseorang maka harusnya orang itu semakin melayani.

Usai perayaan ekaristi, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM berkenan untuk memberkati Jalan Salib mini yang nantinya akan diperuntukkan bagi lansia juga Makam Yesus yang diberi nama Grotto Kebangkitan.

Kemudian, acara ramah tamah pun dilaksanakan di lapangan parkir Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung. Acara ramah tamah digelar dengan pertunjukan tarian dan nyanyian oleh anak-anak BIA, BIR dan OMK.

Setelah anak BIA, BIR dan OMK mempertunjukkan tarian dan nyanyian, Mgr. Paskalis berkenan untuk memotong kue ulang tahun, Mgr. Tri Harsono dan Romo Sumardiyo berkenan untuk memotong tumpeng ulang tahun didampingi oleh Romo Garbito selaku Pastor Vikaris Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Rangkasbitung. Lalu dilanjutkan dengan menerbangkan balon berbentuk Rosario berwarna biru dan putih.

Selanjutnya talkshow dengan menghadirkan narasumber Deasty dari OMK, Bapak Rusmanto selaku Pengurus Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung, Bapak Yakobus selaku panitia pendiri Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung, RD Stefanus Maria Sumardiyo, Mgr Christophorus Tri Harsono dan Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM. Dalam talkshow tersebut Romo Sumardiyo berkenan untuk menceritakan sejarah pendirian Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung. Mungkin banyak belum mengetahui bahwa nama Gua Maria Bukit Kanada itu merupakan singkatan yaitu “Bukit” adalah “Bunda Kita” dan “Kanada” adalah Kampung Narimbang Dalam”. Masing-masing narasumber memaparkan apa teladan Bunda Maria yang menginspirasi mereka dalam hidup. Sedangkan untuk mengisi rasa lapar dan dahaga, panitia menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman yang dijual oleh umat dari berbagai komunitas di Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Rangkasbitung.

Rangkaian acara Hari Ulang Tahun Gua Maria Bukit Kanada ke-30 tahun  itu ditutup dengan bernyanyi dan berfoto bersama.

Semoga Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung akan selalu mendatangkan berkat dan rahmat bagi umat yang berziarah dan berdevosi pada Bunda Maria serta mendekatkan umat pada Kristus melalui Bunda Maria. Per Mariam Ad Jesum. (annet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.