Iman dan Perbuatan

Senin  23 Maret 2020
Pekan Prapaskah IV
Bacaan I     : Yes 65:17-21
Bacaan Injil : Yoh 4:43-54

 

DUNIA saat ini terkesan begitu mengkhawatirkan akibat wabah virus SARS-COV-2 atau virus neo corona. Banyak korban berjatuhan karena virus ini yang sudah menyebar di berbagai negara. Kewaspadaan dan pencegahan tingkat tinggi dilakukan agar menghambat laju penyebaran. Tempat-tempat keramaian diusahakan untuk ditutup. Hal ini juga berdampak pada tempat-tempat ibadah, termasuk gereja. Perayaan Ekaristi bagi umat di gereja ditiadakan, dan beberapa keuskupan mencoba mengompensasi ketiadaan perkumpulan umat ini dengan live streaming Misa secara daring.

Kita semua tentunya sangat berharap agar peristiwa ini dapat segera berlalu dan semuanya kembali normal. Iman kita pun diuji dalam menghadapi peristiwa ini. Dalam begitu banyak tantangan dan perubahan yang terjadi secara mendadak, kita diajak untuk tetap bertekun dalam iman dengan doa dan pengharapan agar Tuhan menuntun kita untuk melewati semuanya dengan baik.

Bacaan Injil hari ini menunjukkan bahwa betapa besar kuasa Tuhan dalam memberikan kesembuhan kepada seorang anak perwira yang sakit. Hal yang disoroti adalah karena gerakan iman yang kuat dari perwira itu, Tuhan Yesus pun tergerak menunjukkan mukjizat-Nya. Imannya yang kuat juga selaras dengan perbuatannya, yang mau datang menghampiri Tuhan Yesus dan memohon.

Kita pun hendaknya demikian di tengah wabah ini. Kita hendaknya tidak hanya berdiam diri menunggu Tuhan datang memberikan mukjizat-Nya, tetapi juga mau berusaha untuk mencari solusi. Sinergi untuk saling membantu dalam menghambat penyebaran wabah dapat kita wujudkan dengan menaati semua anjuran dari pemerintah, sambil tetap bertekun dalam doa, memohon kepada Tuhan agar membebaskan dunia dari masalah ini. Ingatlah bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Maka, iman kita dalam doa dan pengharapan juga harus selaras dengan upaya nyaa untuk mengalahkan wabah ini.

[Fr. Albertus Aris Bangkit Sihotang]


Allah yang berbelas kasih, di tengah gempuran wabah dan beragam tantangan lain yang menerpa dunia kami saat ini, kami semakin menyadari bahwa kami tidak memiliki harapan lain selain yang dari pada-Mu. Tunjukkanlah cahaya-Mu bagi dunia yang diliputi kegelapan, dan tuntunlah kami supaya mampu menjadi pembawa terang-Mu bagi sesama kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: