Umat Paroki Santo Thomas Rayakan Misa Syukur Bernuansa Imlek

Depok–keuskupanbogor.org: Pastor Paroki St Thomas Kelapadua Depok, RD Dionysius Adi Tejo Saputro didampingi oleh empat pastor vikaris RD David Lerebulan, RD Agustinus Wimbodo, dan RD Tarcisius Puryatno memimpin Perayaan Ekaristi bernuansa Imlek. Perayaan Ekaristi nuansa Imlek kali ini dilaksanakan pada Sabtu, 9 Februari 2019.

Perayaan Imlek yang ke-2570 ini menandai dimulainya tahun babi yang menandakan kemakmuran. Menurut kepercayaan orang Tionghoa, ini adalah tahun di mana orang-orang harus berjuang dengan tekun untuk mendapatkan apa yang ingin dicapainya.

Dalam homilinya, Pastor Nanang (RD Agustinus Wimbodo) mengajak umat untuk mengikuti Yesus tanpa mengeluh, percaya bahwa yang baik akan terjadi jika kita taat pada Yesus.

Gereja dipenuhi umat berbusana merah, diiringi oleh lagu-lagu yang juga bernuansa Mandarin dan Dayak, dengan Ordinarium Sui Tan. Nuansa yang tidak biasa ini pun seolah menyulap umat, membuat suasana menjadi hikmat sekaligus meriah.

Setelah berkat penutup, umat dan anak-anak dibagikan jeruk dan angpau yang telah diberkati oleh Pastor Dion. Pembagian jeruk dan angpau ini sebagai simbol harapan bagi umat agar senantiasa dilimpahi kebahagiaan dan kesejahteraan.

Sebagai bentuk kepedulian, toleransi, dan kebinekaan, Paroki St Thomas turut mengambil bagian dalam merayakan tahun baru Imlek dengan perayaan sederhana. Acara ditutup dengan ramah tamah di aula dan berfoto bersama. (Aureliarani/MEKAR)

One thought on “Umat Paroki Santo Thomas Rayakan Misa Syukur Bernuansa Imlek

  1. Anastasia says:

    Woww akhirnya keluar juga reportase nya .. bravo Rani. Memelihara tradisi bukan saja dilakukan oleh lembaga pemerintahan .. tapi bisa juga oleh gereja. Sejauh ini .. hanya gereja Katolik yg concern utk tetap memelihara tradisi didalam perayaan liturginya .. bagaimanapun berbeda itu indah dan akan smakin menguatkan iman umat yg datang dr berbagai suku, budaya dan ras. Bravo Paroki St Thomas .. smoga misa seperti ini boleh diadakan oleh budaya yg lain so far tidak menyalahi liturgi gereja Katolik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.