Indah pada waktu-Nya

Jumat, 6 September 2019

Bacaan I : Kolose 1:15-20

Mazmur 100:2.3.4.5

Lukas 5:33-39

Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus, sebagai seorang yang beriman, tentu kita percaya bahwa panca indera yang kita miliki ini berfungsi untuk mengetahui apa saja anugerah dari Tuhan secara nyata. Karya coiptaan itu hendaknya kita syukuri. Tidak hanya secara fisik, namun juga dampaknya dirasakan oleh seluruh manusia. Allah menciptakan manusia serupa dengan-Nya. Apapun rupa dan bentuk tubuhnya, Allah telah memberikan yang terbaik untuk kita manusia. Namun, manusia terkadang menyalahgunakannya, bahkan kurang mensyukurinya. 

            Dalam bacaan hari ini, Allah digambarkan sebagai sesuatu yang tidak kelihatan tetapi memberi nyata dan arti. Secara fisik tidak terlihat tetapi kehadiran Allah namun dirasakan dalam perjalanan hidup kita. Melalui Kristus yang tersalib, umat manusia merasakan damai dan keselamatan. Damai yang dianugerahkan oleh Allah sendiri. 

Namun, bagaimana kita menyikapinya?

            Kristus, Sang Penyelamat, secara nyata mewujudkan siapa Allah, ajarannya, dana pa saja tindakan penyelamatnya. Allah yang adalah Kasih, pengampunan, damai sejahtera itu, bukan lagi asbtrak, samarsamar, melainkan nyata dalam Kristus yang tersalib. 

            Dengan demikian, iman kita terwujud oleh karena kita percaya dan bertindak sesuai iman tersebut. Dimanapun dan kapanpun waktunya, Tuhan senantiasa menyertai kita. Berada pada tempat dan untuk sesuatu yang baik pun terasa indah karena disitu pula Tuhan hadir untuk menghargai hal baik yang kita lakukan. Frater Wolfgang Amadeus Mario Sara

Allah, yang tak kelihatan namun nyata, kami bersyukur indera yang Engkau berikan. Buatlah agar kehadiran-Mu semakin nyata dalam hidup kami. Jadikanlah kami sebagai alat dan sarana kehadiran-Mu di lingkungan hidup kami masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.