Investasi Iman

Mendengar perkataan Yesus, orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyaklah hartanya. (Markus 10:22)


Renungan Harian
Senin, 4 Maret 2019
Pekan Biasa VIII
Bacaan : Sirakh 17:24-29, Markus 10 :17-27

Berpikir untuk masa depan itu baik dan penting dilakukan. Persiapan dan perencanaan yang matang, kalkulasi dan strategi untuk berbagai goal hidup perlu dilakukan. Bukan hanya untuk hidup di dunia, kita pun diajak berinvestasi iman untuk keselamatan hidup kita kelak. Bagi orang beriman, hidup bukan hanya untuk saat ini.

Dalam bacaan Injil hari ini ditampilkan seorang yang hidupnya saleh sejak masa kecilnya. Taat pada aturan : tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak berbohong, tidak menipu, dan hormat pada kedua orang tuanya. Sungguh sebuah kualitas hidup yang sangat baik. Saat orang ini bertanya pada Yesus bagaimana caranya mendapat hidup yang kekal, ternyata semua yang sudah dilakukannya belumlah cukup. Yesus melihat satu saja kekurangan padanya yaitu kedermawanan. Yesus menantang orang ini untuk menjual harta miliknya dan membagikannya pada orang miskin lalu datang mengikuti Yesus. Orang ini sedih karena hartanya banyak. Tampak cinta pada hartanya mengalahkan cinta pada Tuhan.

Investasi untuk mencapai hidup yang kekal (keselamatan) tidak cukup hanya diukur dari ketaatan hidup sesuai aturan agama. Sikap hidup tidak terikat pada harta, berbagi hasil jerih payah, menjadi sahabat orang miskin merupakan jalan mencapai keselamatan. Sudah cukupkah investasi iman kita untuk mencapai keselamatan?

Tuhan ajari aku hari ini untuk tidak terjerat pesona harta duniawi. Bantu aku untuk mau mengambil bagian dalam perjuangan hidup orang lain yang membutuhkan pertolonganku. Amin

RD David

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.