“Ite, Missa Est”

Sabtu, 5 Oktober 2019
Bacaan I     : Barukh 4: 5-12,27-29
Bacaan Injil : Lukas 10: 17-24                                                                       

PERGILAH kamu diutus! Kitab Lukas-lah dari antara para penginjil yang menceritakan mengenai perutusan kedua murid-murid ini. Kisah ini menjadi semangat bagi mereka yang memiliki jiwa pewarta. Semakin menarik dikisahkan bahwa ketujuh puluh murid kembali dari perutusannya (ay 17). Mereka terheran-heran atas kuasa yang diberikan kepada mereka melalui nama Yesus. Mereka telah mengusir setan, melanjutkan serangan Yesus atas kerajaan setan di dunia ini. Yesus juga segera mengungkapkan “Aku melihat iblis jatuh seperti kilat dari langit” (ay 18). Ungkapan ini tidak dimaksudkan untuk membuat para murid takut, tetapi Yesus ingin mengatakan bahwa perang antara kebaikan dan kejahatan sedang berlangsung. Selain sebuah peringatan Yesus juga memberi mereka kabar gembira, bahwa kemuliaan surgawi ada pada mereka yang senantiasa pada perutusan-Nya (bdk. ay 20c).

Lukas juga menuliskan doa pribadi Yesus (ay 21). Doa itu adalah suatu seruan kegembiraan yang disebabkan oleh laporan dari para murid yang sukses dalam perutusan mereka. Dalam doa itu, Yesus dengan akrab menyebut Allah sebagai “Bapa”, memuji-Nya karena mengizinkan ‘orang-orang kecil’ memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di dunia. Murid yang rendah hati mampu melihat dan mendengar apa yang didambakan oleh para nabi dan para raja. Ini suatu kenyataan, yang karena sederhananya, acap kali tersembunyi dari orang-orang yang berkuasa dan bijak di dunia. Mengingat bacaan Minggu kemarin, bahwa orang yang kaya sukar masuk kerajaan surga. Begitu dahsyat kerendahan hati, menuntun hati menjadi pribadi yang menyenangkan hati Allah.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, Allah pada bacaan hari ini mengutus kita mewartakan kerendahan hati-Nya. Kerendahan hati-Nya sudah ada dalam diri Anda masing-masing. Hanya apakah menurut Anda itu penting? Bila memang itu penting, pergilah, kamu diutus! (Ite,missa est) Tuhan memberkati. (Fr. Petrus Damianus Kuntoro)


Ya Yesus, kami bersyukur sebab Engkau berkenan memandang kami, hamba-Mu yang penuh kelemahan, dan memberikan kuasa-Mu kepada kami untuk memberitakan kebangkitan-Mu ke seluruh dunia. Dengan tuntunan Roh Kudus, sertailah selalu tiap karya kami agar mampu membawa sukacita-Mu bagi semua orang. Amin.

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: