Jadilah seperti Anak Kecil!

Bandel banget sih anak itu!” Beberapa orang ketika berhadapan dengan seorang anak yang sangat aktif pasti mengungkapkan kalimat tersebut. Bahkan jika sudah melewati batas, kita tidak segan-segan mencubit atau menjewer mereka. 

Hal yang wajar bila seorang anak memiliki tingkah laku yang aktif. Mereka belum mengetahui banyak hal karena itu mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Bahkan ketika semakin dilarang, malah semakin ‘menjadi’. 

Kepolosan tingkah laku seorang anak kecil ini menjadi satu hal yang menarik. Terutama ketika kita melihat bacaan Injil tentang hari ini yang melihat anak kecil sebagai tolak ukur untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan dan mencari tahu apa yang ingin mereka ketahui. 

Seorang anak memiliki ketulusan hati, kejujujuran, kerendahan hati. Yang ingin ditekankan oleh Yesus di sini adalah bukan keaktifan atau kenakalan anak-anak. Tetapi sifat-sifat murni (natural) tanpa dibuat-buat, yang ada pada anak kecil. Maka ajakan “Jadilah seperti anak kecil” ini sebenarnya adalah ajakan pertobatan yang ingin mengarah pada perubahan hidup seseorang. Ketika kita dapat menjadi seorang anak kecil maka sikap-sikap pertobatan pun akan timbul dengan sendirinya.

Seorang anak tidak akan memikirkan sesuatu yang rumit. Ketika menginginkan sesuatu, ia hanya berpikir tentang hal tersebut tanpa memikirkan hal yang lain. Ajakan untuk menjadi anak kecil ini pun yang ingin Yesus tekankan. Ketika kita sudah bersedia untuk mengikuti Yesus, jadilah seperti anak kecil yang dengan total dan tanpa memikirkan hal apapun untuk terus mengikuti-Nya.

Anak kecil pun digambarkan sebagai seseorang yang masih tergantung terhadap orang lain. Sebagai seorang yang beriman, kita perlu menggantungkan diri kita. Kepada siapa? Tentu kepada Kristus sendiri. Karena ketika kita bergantung kepada Kristus, maka apa yang kita lakukan, Kristus ikut di dalamnya. 

Ketulusan, kerendahan hati, serta kejujuran merupakan sikap-sikap pertobatan yang pada dasarnya dimiliki oleh seorang anak kecil. Maka masuk ke dalam Kerajaan Allah dan memperoleh rahmat-Nya, jadilah seperti anak kecil. (Fr. Constantin Reynaldo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.