Jangan Ada Pembedaan Pelayanan, Semua Anak Allah Punya Hak yang Sama: Kisah Paskah di Tanah Misi

Kesungguhan umat di tempat terpencil dalam menantikan kehadiran Sang Gembala (imam) membawanya untuk melayani sepenuh hati. Mereka orang-orang sederhana; anak-anak Allah yang juga punya hak yang sama dalam pelayanan rohani.

Romo Dipo

Kelapadua – keuskupanbogor.org : Masuk dalam sebuah lingkungan yang baru biasanya orang telah membawa konsep-konsep tertentu. Terkadang konsep tersebut menjebak dan menjerumuskan manusia kedalam sebuah penilaian tertentu yang akan mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku. Sesampainya di tempat dan masuk dalam suasana lingkungan tertentu, di sanalah hati dan pikiran akan mendapatkan sebuah kesadaran yang bila diolah dalam hidup rohani akan sungguh memberikan nilai rohani yang indah.

Gereja Paroki Santo Mikael Simpang Dua, Keuskupan Ketapang. (Foto : RD Dipo)

Romo Dipo (RD Dionisius Manopo) baru-baru menceritakan pengalaman pribadinya saat membantu pelayanan pekan suci di Keuskupan Ketapang (17 – 23 April 2019). Kehadiran Romo Dipo tiada lain untuk membantu Romo Deddy, imam Keuskupan Bogor yang sejak Agustus 2018 menjadi imam misionaris domestik di sana. Usai Pemilu, Romo Dipo terbang menuju Tanah Misi, Keuskupan Ketapang.

Romo Dipo bersama para pelayan liturgi sesam sebelum perayaan berlangsung. (Foto : RD Dipo)

Tidak ada orang kota atau kampung, tidak ada orang kaya atau miskin, tidak ada yang lebih tinggi atau rendah, tidak ada yang lebih pintar atau bodoh, tidak ada hitam atau putih; yang ada hanyalah para murid Kristus yang menantikan pengajaran tentang Kerajaan Allah. Dengan kata lain, siapapun, kapanpun dan dimanapun, setiap umat Allah memiliki hak yang sama untuk memperoleh sukacita Injil dan pelayanan yang maksimal. Demikian Romo Dipo membagikan pengalaman rohaninya saat melayani umat di tanah misi. Awalnya Romo Dipo hampir terjebak dalam konsep bahwa jika di sana umatnya sederhana cukuplah pelayananpun ala kadarnya.

Romo Dipo bersama anak-anak misdinar. (Foto : RD Dipo)

Selama Pekan Suci, Romo Dipo membantu Romo Deddy dan Romo Pamungkas di Paroki Santo Mikhail Simpang Dua, Keuskupan Ketapang. Perjalanan menuju paroki yang memiliki 14 stasi ini kurang lebih 5 jam dari Bandara Udara Internasional Supadio, Pontianak ; 7 jam perjalanan dari paroki menuju keuskupan.

“Selama pekan suci, kami bertiga selalu bergantian pelayanan di paroki dan keliling stasi. Bahkan, pada saat malam paskah saya melayani ke dua stasi dan pada saat paskahnya melayani di paroki dan dua stasi. Pada hari senin pun, saya masih melanjutkan pelayanan perayaan paskah di dua stasi”, jelas Romo Dion perihal pelayanannya. “Pengalaman pastoral ini sungguh membawa sukacita dan refleksi kualitas pelayanan pastoral bagi saya”, tuturnya.

RD David

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.