Jatuh Cinta Dengan Kristus

Renungan Harian 
Jumat. 09 Agustus 2019
Pekan Biasa XVIII
Bacaan : Ulangan 4: 32-40, Matius 6: 24-28

Setiap orang yang sedang jatuh cinta terkadang melupakan dirinya sendiri demi seseorang yang ia cintai. Ia akan sungguh berlawanan dengan dirinya yang sesungguhnya demi cintanya bahkan menyangkal segala hal yang ia sukai demi mendapatkan cintanya. Ia sungguh keluar dari zona nyamannya demi yang ia cintai. Pada akhirnya cintanya akan dibuktikan pada titik pengorbanan.

Dalam perjalanan hidup iman kristiani kita diajak untuk mengikuti Kristus dengan “penyangkalan diri, memikul salibnya” bahkan harus kehilangan nyawa yang sangat berharga. Mengikuti Kristus bukanlah soal pernyataan tetapi soal tindakan. Mengikuti Kristus harus sampai pada sebuah tindakan yang nyata, total. Ketotalitasan mengikuti Kristus sungguh ditunjukan dari kemauan diri untuk menyerahkan segalanya demi Kristus. Kristus yang seperti apa? Kristus yang hadir di setiap orang-orang yang membutuhkan perhatian, cinta dan pengorbanan.

Mereka itu ditemukan di setiap perjumpaan yang kita alami, di dalam keluarga, pertemanan , dan orang-orang asing yang sungguh membutuhkan pertolongan. Dan kepada mereka, kita melayani dengan semangat secara total mencintai Kristus yang hadir di dalam orang-orang itu. Ada wajah Kristus di dalam diri Mereka.

Jadi kita mengatakan mau mengikuti Kristus bukan hanya dalam kata-kata saja tetapi juga dalam tindakan pelayanan kita dengan penuh pengorbanan. Oleh sebab itu marilah kita mengikuti Kristus bahkan mencintai Kristus seperti orang yang jatuh cinta dan ingin membuktikan cinta itu dengan pengorbanan dan penyangkalan diri dan bukan hanya sekedar kata-kata “aku mencintai mu”. Cinta membutuhkan Pembuktian yaitu Pengorbanan, demikian juga dengan mengkuti Kristus.

Fr. Albertus Aris Bangkit Sihotang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.