Jika Tuhan Berkehendak, Siapa Dapat Menolak : Misa Perdana Dua Imam Alumni Seminari Stella Maris

  • Bogor – Seminari : Jumat, 21 September 2018, pada Pesta Santo Matius Pengarang Injil, merupakan suatu kebahagiaan bagi Seminaris Seminari Menengah Stella Maris Bogor karena pada hari itu para seminaris merayakan Ekaristi bersama RD Fransiskus Yunarvian dan RD Yulius Eko Priyambodo. Mereka adalah para pastor alumni Seminari Menengah Stella Maris Bogor. Romo Yuyun dan Romo Eko lulus seminari tahun 2006. Romo Yuyun merupakan Pastor Diosesan Keuskupan Agung Semarang sedangkan Romo Eko merupakan Pastor Diosesan Keuskupan Bogor. 

Dalam homili, Romo Yuyun menceritakan lika-liku panggilannya hingga menjadi Pastor. Dua kali ditolak di Seminari Mertoyudan dan 4 bulan ditunda di Seminari Tinggi tidak membuat Romo Yuyun patah arang, ia terus mencoba karena ia merasa yakin bahwa Tuhan memilih dia untuk menjadi Gembala bagi umat-Nya. Satu pertanyaan reflektif dalam diri Romo Yuyun selama menjalani hidup panggilan, yaitu, Tuhan niat ngga sih memilih saya? Karena pengalaman gagalnya itu, ia pernah merencanakan untuk tidak melanjutkan panggilannya, namun jika Tuhan berkehendak, siapa yang dapat menolak. Romo Yuyun saat ini bertugas sebagai Pastor Vikaris Parokial di Paroki St. Ignasius, Magelang Keuskupan Agung Semarang dan juga anggota Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Semarang.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Romo Eko saat sambutan. Romo Eko mengungkapkan bahwa semua karena cinta Tuhan ia boleh ditahbiskan menjadi imam. Meskipun mengalami tantangan yang berat namun berkat cinta Tuhan, Romo Eko mampu bertahan. Jika Tuhan sudah berkehendak, siapa yang dapat menolak. Saat ini beliau bertugas sebagai Pastor Vikaris Parokial di Paroki St. Herkulanus, Depok Jaya Keuskupan Bogor dan juga koordinator Biro Karina Keuskupan Bogor. (RD Jeremias Uskono)

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.