Kedegilan Iman Penghalang Kesaksian akan Diri Yesus.

Renungan Harian
Kamis, 4 April 2019
Pekan Prapaskah IV
Bacaan : Kel 32:7-14, Yoh.5:31-47

Secara statistik jumlah umat Katolik Roma sekitar 1,3 milyar orang. Jumlah tersebut tentu banyak. Seandainya dalam suatu sidang pengadilan, mereka diminta menjadi saksi atas suatu perkara tentang keilahian Yesus, sungguhkah mereka memberikan kesaksian tentang Dia dengan penuh kualitas imani?

Injil hari ini tentang kesaksian akan keilahian Yesus. Sudah berulang kali Yesus menjelaskan diriNya, karya pekerjaanNya atau tugas perutusanNya yang menjadi bukti kesaksian yang nyata tentang diriNya, tetapi tetap tidak mudah juga orang percaya kepadaNya. Kesaksian dari Yesus sendiri saja disangsikan, apalagi kesaksian dari orang lain. Kadang disangsikan kebenarannya. Seperti kesaksian dari para nabi besar seperti Musa, Yohanes Pembaptis atau yang telah ditulis dalam Kitab Suci pun tidak juga membuat orang mudah percaya akan keilahian Yesus.

Mengimani keilahian Yesus memang tidak diukur berapa lama atau banyaknya yang menjadi orang Katolik. Menjadi saksi iman akan Yesus ditentukan oleh kualitas dan intensitas relasi pribadi denganNya. Kita sulit menjadi saksi iman yang tangguh, karena sikap diri yang degil, hati tertutup akan bimbingan Roh Allah. Jika kita sangsi akan keilahian Yesus, maka kita akan sangsi pula untuk menikmati kasih Allah. Adakah masih sangsi akan kesaksian diri Yesus?

Ya Roh Kudus, bimbinglah aku menjadi orang yang paham dan percaya akan Allah Bapa di dalam diri Yesus. Amin.


Penulis : Antoni Purbi

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: