Kunjungi Warga Binaan di Lapas Pondok Rajeg, RD Garbito: Tetaplah Berbuat Baik

Cibinong-keuskupanbogor.org: Senin (27/5/2019) pengurus Sahabat Lapas-Keuskupan Bogor kembali mengadakan kunjungan dan pelayanan ke Lapas Kelas IIA Pondok Rajeg, Cibinong. Kali ini, pengurus datang bersama beberapa umat dari Paroki Santo Fransiskus Asisi (SFA) Sukasari, yang diajak oleh RD Antonius Garbito Pamboaji selaku Pastor Vikaris di sana.

Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, pada pukul 09.00 rombongan pun memasuki Gereja Oikumene “Terang Dunia”. Sebelum memulai perayaan Ekaristi, Romo Garbito memberi kesempatan pada para warga binaan untuk melakukan pengakuan dosa. Sementara itu, para warga binaan yang lain diajak untuk melantunkan puji-pujian oleh pengurus Sahabat Lapas dan umat dari Paroki SFA.

Menjadi cerminan Roh Kudus

Pada pukul 09.30, perayaan Ekaristi pun dimulai. Mengawali homilinya, Romo Garbito mengatakan bahwa tak jarang dan tak sedikit umat kristiani yang dipersulit, bahkan karakternya dimatikan. Namun, hendaknya umat kristiani tidak perlu merasa sedih dan berkecil hati. Karena Kristus pun mengalami hal demikian, bahkan hingga fisik-Nya dimatikan dengan wafat di salib.

Umat Paroki SFA Sukasari mengungkapkan kesan-pesan dari kunjungan mereka ke Lapas Pondok Rajeg. (Foto: Annette)

Meskipun menjadi umat kristiani tak selalu mudah dan dimudahkan, namun hendaknya kita tetap berbuat baik. Sebagai contoh, bagi para warga binaan yang mungkin tak 100% bersalah namun tetap harus berada di lapas. Para warga binaan hendaknya tetap berbuat baik dengan rajin menghadiri ibadah atau kebaktian yang diadakan oleh banyak gereja setiap harinya di lapas.

Mengakhiri homilinya yang mengacu pada Injil Yohanes 15:26, 16:4a, Romo Garbito mengajak umat dan warga binaan untuk senantiasa berkata dan berbuat baik. Dengan demikian, umat menjadi cerminan Roh Kudus sehingga dapat menjadi saksi Kristus melalui hidup yang baik.

Usai perayaan Ekaristi, para warga binaan memberi kesaksian dan melantunkan puji-pujian. Tak ketinggalan umat yang baru pertama kali melakukan pelayanan di lapas pun mengungkapkan kesan dan pesan mereka. Setelah berdoa dan makan siang bersama, pada pukul 12.00 rangkaian acara pelayanan pun berakhir. (Stephanie Annette Siagian/Pengurus Sahabat Lapas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.