Lumpur Kebahagiaan Sementara

Sabtu, 23 Mei 2020

Hari Biasa Pekan Paskah VI

Bacaan I     : Kis 18:23-28                                                                              

Bacaan Injil : Yoh 16:23b-28

 

Manusia adalah makhluk rasional yang selalu mencari asal dan tujuannya. Dalam pencariannya, bangsa Israel menghasilkan kedalaman narasi mengenai kisah Adam dan Hawa (Kej 2). Refleksi serupa juga terjadi dalam kepercayaan lokal, seperti: Yunani Kuno mengenai narasi Dewa Quranos dan Dewi Gaia; Mesir Kuno mengenai narasi mitologi dari Shu, Tefnut kemudian Hathor, Suku Minahasa memiliki narasi tentang Toar dan Lumimuut dan  Suku Jawa mengenai narasi Shanghyang Wenang. Dari semua kisah tersebut, ada keyakinan akan kekuatan maha-dahsyat dalam penciptaan alam semesta ini. Kekuatan itu disebut milik Sang Pencipta. Klaim tersebut menjadi buah permenungan yang mendalam pada bacaan hari ini. Bahwa setiap ciptaan pada akhir hidupnya pasti akan kembali ke penciptanya. Yesus Kristus, walau bukan sebagai ciptaan, melakukan hal serupa, “Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa” (ay 28).

Merenungkan mengenai tujuan hidup manusia, saya teringat ungkapan Romo Bayu (Keuskupan Bandung) dalam seminar mengenai malaikat katanya, “dalam KGK aktivitas harian para malaikat itu memuliakan Allah” (KGK 350). Perayaan Ekaristi adalah salah satu aktivitas surgawi yang boleh kita rasakan di dunia ini. Kita sebagai mahkluk ciptaan sudah layak dan sepantasnya memuliakan Allah (Mzm 146:2). Dengan demikian, kita untuk menjauhkan keegoisan yang mementingkan diri sendiri yang berpotensi mengorbankan alam dan sesama sebagai objek kesuksesan, kebohongan (hoax) membuat jalan pintas yang mengorbankan kebenaran dan kata-kata kasar yang menyakiti sesama ciptaan. Semua ini adalah ‘lumpur racun’ yang membuat kita tenggelam dalam kebahagiaan sementara.

Dalam bacaan hari ini, Allah senantiasa menganugerahkan berkat-Nya yang melimpah kepada sahabat-sahabat-Nya. Kata sahabat merujuk pada orang-orang yang mendengarkan sabda Allah dan tekun melaksanakannya (Yoh 15:14-15). Perintahnya yang paling utama adalah kasihilah seorang akan yang lain (Yoh 15:17). Termasuk mencintai seluruh ciptaan (Laudato Si’). Masa Paskah, dengan karantina COVID-19, menjadi ‘ajang’ gotong royong di seluruh dunia. Roh Kudus senantiasa menggerakkan kita untuk berbagi bukan hanya kepada sesama tetapi juga kepada seluruh alam ciptaan. Kita diingatkan untuk menjauhkan lumpur kebahagiaan sementara yang memprovokasi dirimu untuk merusak alam dan sesama.

[Fr. Damian]

Bapa sumber segala kekudusan, warisan perjamuan kudus-Mu memperteguh iman kami. Jauhkanlah kami dari nafsu kejahatan yang merusak alam ciptaan-Mu. Serta tuntunlah kami selalu agar dapat menjadi sahabat-Mu dan senantiasa berjalan di jalan yang benar. Engkaulah yang bertahkta dalam surga kini dan sepanjang masa. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.