Menang Tanpa Ngasorake

Rabu, 08 April 2020, Rabu Pekan Suci

Bacaan I  : Yes. 50: 4-9a

Mazmur : Mzm. 69: 8-10. 21bcd-22.31.33-34

Injil : Mat. 26: 14-25

 

DI sebuah pertandingan lari jarak jauh, Tono dan Budi merupakan unggulan terkuat wakil dari masing-masing sekolahnya. Ketika pertandingan sudah dimulai, Tono dan Budi langsung memimpin di garis terdepan. Mereka berdua bersaing ketat untuk dapat terlebih dahulu mencapai garis finish. Jarak mereka hanya berbeda beberapa sentimeter. Saat garis finish tinggal beberapa langkah lagi, Tono dengan sengaja menyenggol Budi untuk memecah konsentrasi. Alhasil, Budi sedikit terganggu konsentrasinya karena kaget dan Tono dapat menyalip Budi.

Hari ini menunjukkan sikap dan gerak-gerik para murid menjelang kisah sengsara Yesus. Sebelum Yesus disalibkan, Ia bersama para murid melakukan perjamuan Paskah di rumah seseorang. Yesus pun sudah tau bahwa akan ada seorang murid yang mengkhianati Dia. Kelak, orang-orang tahu bahwa Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Yudas melakukan pengkhianatan demi sejumlah uang. Ia menjual Yesus kepada orang yang membenci dan hendak menyalibkan Yesus.  Para Murid pun tak menyangka bahwa salah seorang dari antara mereka ada yang berkhianat. Akan tetapi, Yesus tetap berani menghadapi penderitaan yang menimpa diri-Nya.

Prestasi ataupun upah merupakan hasil dari suatu kerja keras atau usaha yang memeras pikiran dan keringat. Dalam dunia pendidikan, dunia kerja, atau situasi masyarakat, orang-orang berlomba belajar, bekerja, dan mengembangkan diri demi mendapatkan prestasi yang baik, upah yang layak, posisi pekerjaan yang baik, dsb. Akan tetapi, pasti ada saja orang yang mencoba mendapatkan prestasi dan upah dengan cara yang jahat dan licik. Orang seperti itu ingin mendapatkan hal baik dengan cara yang tidak baik, bahkan tega mengorbankan atau menjatuhkan orang lain demi mendapat keuntungan. Yudas Iskariot merupakan penggambaran orang berkhianat untuk mendapat keuntungan diri sendiri.

Kesusahan dan penderitaan di dunia ini tidak akan ada habis-habisnya, sehingga Yesus datang dan melakukan misi sengsara di kayu salib untuk memberi pengharapan dan keselamatan bagi kita. Keselamatan merupakan rahmat tak terkira yang diberikan Allah kepada anak-anakNya. Hendaknya kita pun memberi rahmat kepada orang lain, bukannya malah menjatuhkan atau menyingkirkan demi keuntungan diri sendiri. Prestasi dapat diraih dengan usaha yang keras tanpa perlu menyingkirkan orang lain atau dalam peribahasa Jawa berbunyi “menang tanpa ngasorake” yang artinya menang tanpa merendahkan. Semoga rahmat Paskah ini membuat kita semakin dapat berbagi berkat dan rahmat kepada orang lain.

[Fr. Ignatius Bahtiar]


Ya Tuhan, ajarilah kami untuk tidak egois dan tidak merendahkan orang lain demi kepentingan diri sendiri. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.