Menanti Roh Kebenaran

Renungan Harian 
Rabu, 29 Mei 2019
Hari Biasa Pekan Paskah VI
Bacaan : Kis 17:15.22-18:1, Yoh 16:12-15

Dalam minggu-minggu ini banyak acara perpisahan bagi siswa-siswi yang telah lulus sekolah. Para orang tua murid bersama sekolah hadir dalam acara farewell party. Selain saling memberikan kesan selama bersekolah, mereka juga menyampaikan pesan atau wasiat dan harapan-harapan optimistik untuk tuntunan bagi masa depan.

Jika kita cermati, bacaan Injil dalam pekan belakangan ini berkenaan dengan masa-masa akhir Yesus bersama para muridNya. Sebelum Yesus kembali ke sorga, dalam Injil Yohanes kita dapat mencatat beberapa hal berkaitan dengan wasiat-wasiat Yesus bagi para muridNya. Wasiat-wasiatNya itu dapat kita jadikan pegangan hidup kita, antara lain : ajaran untuk saling mengasihi, janji Yesus akan damai sejahtera, kesatuan kita dengan Yesus sebagai pokok hidup kita, kesatuan kita dengan Allah Bapa jika kita mentaati perintah Yesus, janji penyertaan Yesus bagi kita lewat Roh Penghibur. Sebenarnya masih banyak hal yang harus Yesus katakan kepada para muridNya dan kita. Namun, karena kita tidak mampu memahamiNya, maka dicukupkan hal itu saja untuk kita mengerti lebih dahulu.

Lewat bacaan-bacaan Injil hingga hari ini, sebenarnya kita dihantar untuk mengerti tentang Allah Tritunggal, Bapa, Putra dan Roh Kudus. Berulang kali Yesus, dalam amanat perpisahanNya, menjelaskan tentang akhir tugasnya di dunia dan akan pergi menghadap Allah Bapa di surga. Kepergiaan-Nya ke surga untuk mempersiapkan tempat bagi kita jika kelak Dia menjemput kita kembali. Karena kita tidak mampu mengerti akan maksud Yesus itu, Ia mengutus Roh Kudus yang akan memberikan bimbingan supaya kita mengerti akan kebenaran iman yang selama ini kita pegang.

Amanat Yesus pada hari ini mengajak kita untuk terbuka hati menerima datangnya Roh Kebenaran. Roh itulah yang akan memimpin kita ke dalam keseluruhan kebenaran iman yang kita terima. Kebenaran iman itu adalah bahwa Allah adalah penjamin kehidupan kita. Pernyataan Yesus ini ditegaskan oleh Paulus, ketika di Aearopagus, bahwa Allah adalah yang menjadi jaminan kehidupan kita di dunia. Sebagai umat beriman tentu harus kita imani pernyataan itu, karena hanya Allah saja yang dapat menjadi topangan dan jaminan kita dalam menghadapi hal-hal duniawi yang merusak iman kita.

Ya Yesus, tuntunlah aku untuk terbuka menerima kehadiran Roh KebenaranMu itu. Amin
(Antoni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.