Mendengar-Nya dalam Tugas dan Karya

Selasa, 8 Oktober 2019
Pekan Biasa XXVII
Bacaan I          : Yun. 3: 1-1
Bacaan Injil      : Luk. 10: 38-42

SEMUA orang mempunyai kesibukannya masing-masing. Entah itu yang masih mengenyam pendidikan, atau yang sudah bergelut di dalam dunia kerja. Orang terus melakukan aktivitas dalam sehari penuh. Bahkan ada yang berkata bahwa 24 jam masih tidak cukup untuk melakukan seluruh aktivitasnya. Inilah kodrat manusia yang dinamakan sebagai homo faber: manusia bekerja.

Dalam kehidupan menggereja, pelayanan adalah kata ganti pekerjaan. Saat ini, terbilang banyak orang yang senang melakukan pelayanan dalam gereja. Entah itu menjadi petugas liturgi, menjadi anggota kor, ataupun masuk ke dalam kategorial-kategorial. Bahkan ada satu gereja yang dalam seminggu penuh dengan kegiatan pelayanan. Hal ini menjadi bahan renungan bagi kita: dalam setiap pelayanan, apakah kita terlalu sibuk ‘bekerja’ melakukan pelayanan hingga kehilangan waktu untuk mendengarkan Sabda-Nya?

Maria dan Marta adalah gambaran seorang beriman yang mendengarkan dan melayani. Bacaan Injil hari ini mengisahkan kedua orang ini. Yang satu melayani Tuhan terus-menerus, yaitu Marta, sedangkan yang lain mendengarkan Tuhan, yaitu Maria. Ketika sedang melayani, Marta sedikit mengadu kepada Tuhan dan meminta Maria untuk membantunya melayani Tuhan. Tetapi justru Tuhan menegur sikap Marta yang menyusahkan diri dengan banyak pekerjaan. Tuhan sebenarnya tidak melihat adanya sesuatu yang buruk dalam diri Marta. Akan tetapi, Yesus mengingatkan Marta untuk lebih bijaksana dalam dalam membagi waktu; kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya mendengarkan Tuhan.

Kadang untuk mendengarkan Tuhan terasa sangat sulit sekali. Kita menyibukkan diri kita dengan rentetan kegiatan pelayanan. Pelayanan tentunya bukan sesuatu yang salah. Akan tetapi, pelayanan yang baik itu bila disertai dengan mendengarkan Sabda Allah, agar Sabda itu hidup di dalam pelayanan kita dan kita tahu siapa yang kita layani. Bahkan tidak hanya mendengar, Yesus menekankan soal merenungkan. Kita perlu berhenti sejenak dan merenungkan tugas serta karya pelayanan kita.

Sebagai orang beriman, tugas serta karya pelayanan kita merupakan suatu misi berharga. Bagaimana kita mampu untuk mewartakan Kerajaan Allah di tengah-tengah kesibukkan dunia ini adalah suatu tantangan bagi kita. Maka untuk menguatkan hal tersebut, kita perlu mendengarkan Tuhan. Juga kita perlu merenungkan apakah tugas serta karya pelayanan yang dilakukan seturut dengan kehendak Tuhan. (Fr. Constantin Reynaldo Adja Mosa)


Ya Yesus, Engkau memberkati kami dengan karunia dan talenta untuk dimanfaatkan dalam berbagai karya dan pelayanan. Di tengah hiruk-pikuk dunia, semoga kami tetap setia mendengarkan suara-Mu yang senantiasa menuntun hidup kami. Amin.

One thought on “Mendengar-Nya dalam Tugas dan Karya

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: