Menjadi Tanda

Senin 14 Oktober 2019
Bacaan I     : Roma 1 : 1-7
Bacaan Injil : Luk 11:29-32

KETIKA kita mengendarai motor atau mobil di jalan raya, kita pasti menjumpai banyak rambu-rambu lalu lintas. Rambu-rambu lalu lintas itu adalah penanda jalan agar seluruh pengguna jalan dapat sama-sama melintas dengan nyaman dan teratur, serta terhindar dari insiden. Meski sudah banyak rambu yang dipasang, masih ada saja segelintir orang yang melanggarnya. Akibatnya, banyak juga yang terkena imbasnya karena tidak menuruti tanda-tanda itu.

Dalam bacaan Injil kali ini, Tuhan menunjukkan bahwa diri-Nya adalah suatu tanda yang akan membawa keselamatan kepada semua orang. Namun, betapa sulitnya orang- orang untuk menyadari hal itu, dan justru meminta tanda lain. Padahal segala bentuk tindakan, mukjizat, perkataan-Nya sungguh memberi pesan bahwa Yesus adalah tanda yang Dia maksud.

Sebagai pengikut Kristus, kita pun diajak untuk menyadari akan tanda kehadiran Tuhan di hidup kita, bahkan lewat hal-hal paling sederhana. Semua tanda ini dapat membawa kita pada pengertian yang mendalam atas makna hidup kita. Saat kita mampu melihat kehadiran Tuhan dalam hal-hal kecil maupun besar, kita akan sampai pada kesadaran bahwa kita sungguh kecil di hadapan-Nya. Oleh karena itu, pertobatan menjadi langkah awal yang harus kita lakukan. Pertobatan yang sungguh-sungguh adalah ketika kita sungguh menyesali dosa-dosa kita, dan berkomitmen untuk berbalik kepada Tuhan dan menaati ajaran-Nya. Dengan demikian, kita diajak untuk menyerahkan segala milik kita kepada Tuhan.

Setelah itu, apa yang kita peroleh adalah rahmat sukacita pertobatan. Kita pun tidak berhenti pada tahap pertobatan saja, namun kita diajak untuk menyelam lebih dalam lagi, yakni masuk pada tahap kesaksian. Kesaksian yang kita sampaikan adalah mengenai pengalaman perjumpaan kita dengan Tuhan. Lewat kata-kata dan perbuatan, kita membagikan kisah perjalanan kita dalam mengenal Tuhan. Dengan begitu, kita pun menjadi tanda yang nyata bagi banyak orang atas karya, dan kabar sukacita Allah Yang Maha Kuasa, bersama Putra dan Roh Kudus. Inilah misi kita di dunia: menjadi tanda kehadiran Allah bagi sesama lewat pengalaman iman, pertobatan dan kesaksian kita akan kabar sukacita injili. (Fr. Albertus Aris Bangkit Sihotang)

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: