Menyapa Kekatolikan dan Indonesia

Senin 12 Agustus 2019
Bacaan I : Ulangan 10: 12-22
Bacaan Injil : Matius 17: 22-27 

Ungkapan seratus persen Katolik dan seratus persen Indonesia kerap kali didengungkan oleh Mgr. Soegijapranata untuk menekankan identitas sebagai seorang Katolik dan Indonesia. Ungkapan ini akhirnya tergiang-ngiang di telinga segenap Bangsa Indonesia yang beragama Katolik.

Dalam Injil hari ini Yesus sungguh menunjukkan dirinya bahwa Ia akan sungguh taat kepada Bapa-Nya degan mengungkapkan suatu ramalan bahwa Ia akan diserahkan “ke dalam tangan manusia, Mereka akan membunuh Dia, tapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan” (Mat 17: 22-23). Dari pernyataan itu Yesus ingin mengungkapkan identitasnya sebagai Penyelamat. Meskipun Ia tahu bahwa akan mengalami penderitaan, Ia tetap taat kepada kehendak Bapa. Tetapi meski Yesusyang adalah Sang Penyelamat, Putra Allah; Ia tetap mengikuti tradisi yang duniawi dengan membayar pajak. Hal ini menunjukan bahwa Tuhan Yesus juga bersikap rendah hati. Ia tidak serta-merta menyombongkan diri-Nya sebagai adalah Putra Allah, tetapi Ia masuk ke dalam kerendahan hatinya dan pengosongan diri-Nya secara total (Kenosis) dengan juga mengikuti tradisi manusia agar tidak menjadi batu sandungan.

Ketaatan kepada Allah dan kerendahan hati yang ditunjukaan oleh Yesus sungguhlah hal yang memang perlu kita lakukan di setiap saat, dan ketaatan ini salah satunya ditunjukan dengan hidup rohani yang baik. Namun, hendaknya kita tidak menghakimi mereka yang kurang mendalam agar semakin dekat dengan Allah. Sebagai seorang Katolik, hendaknya kita memancarkan nilai-nilai kristiani secara universal sebagai seorang Indonesia yang sejati. (Fr. Albertus Aris)

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: