Mewarta, Bukan Memaksa

Kamis, 6 Februari 2020 
PW. St. Paulus Miki dan teman-temannya, martir
Bacaan 1  : 1Raj 2:1-4,10-12
Mazmur    : 1Taw 29:10,11ab,11d-12a,12bcd
Injil     : Mrk. 6:7-13

HARI ini Gereja merayakan peringatan St. Paulus Miki dan kawan-kawan yang menjadi martir di Jepang. St. Paulus Miki adalah seorang pengkhotbah ulung dan penginjil yang luar biasa. Ia ditangkap bersama 25 orang lainnya yang merupakan seorang Kristiani oleh pemerintah Jepang pada tahun 1597 karena dianggap pengkhianat bangsa. St. Paulus Miki terus memberikan semangat kepada rekan-rekannya dengan berkhotbah agar tetap setia kepada imannya sampai pada kematiannya. Mereka pun dihukum mati dengan cara disalib dan tetap menjaga imannya sampai akhir hayatnya.

St. Paulus Miki dan kawan-kawan memberikan contoh bagaimana mereka menjalankan misi perutusan dari Yesus dalam bacaan injil pada hari ini. Yesus mengutus murid-Nya berdua-dua dengan memberikan syarat dan ketentuan tertentu. Ia juga berpesan kepada para murid agar tidak memaksa daerah yang diwartakan mengenai datangnya Kerajaan Allah untuk menerima secara paksa. Jika diterima, singgahlah. Jika ditolak, pergi cari tempat lain dan kebaskanlah debu di kaki sebagai peringatan. Ini menjadi penting karena di zaman sekarang pun sudah tidak laku lagi cara pewartaan yang bergaya kolonial atau memaksa. Pewartaan yang ampuh saat ini adalah pewartaan yang langsung menyentuh hati sanubari orang-orang yang diwartakan. Pewartaan yang menyentuh hati sanubari dan menciptakan makna bahwa manusia sungguh berharga adalah pewartaan yang berlandaskan kasih tanpa pamrih, bukan merupakan sebuah paksaan.

Pesan Raja Daud kepada Salomo juga menjadi pesan yang berharga untuk kita. Bahwa taat kepada-Nya, menjalankan perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya itu membawa kita kepada kasih-Nya yang melimpah. Ini juga merupakan pesan yang berharga untuk mempertahankan iman kita dan senantiasa berani untuk bermisi mewartakan Kerajaan Allah. Dengan meneladani St. Paulus Miki dan kawan-kawannya, kita hendaknya juga mewartakan Kerajaan Allah dengan penuh sukacita dan percaya bahwa iman kita yang diperkaya oleh perbuatan kasih membawa kita kepada keselamatan sejati dan memberikan jaminan hidup kekal bersama Bapa di Surga.

[Fr. Michael Randy]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.