Mgr Paskalis Berikan Apresiasi bagi Formator dan Guru Seminari Stella Maris

Bogor-keuskupanbogor.org: Jumat, 31 Mei 2019 Gereja merayakan Pesta Maria Mengunjungi Elizabeth. Pada hari ini pula, para formator dan guru seminaris Seminari Menengah Stella Maris Bogor melangsungkan pertemuan dengan staf kuria keuskupan. Bapa Uskup Mgr Paskalis Bruno Syukur, RD Paulus Haruna dan RD Yustinus Monang Damanik hadir mewakili kuria keuskupan.

Sekitar 41 orang hadir dalam pertemuan tersebut. Mayoritas peserta pertemuan adalah para guru yang telah mengabdi sejak lama dalam mendidik para seminaris Seminari Menengah Stella Maris Bogor. Tercatat guru yang paling lama mengabdi adalah sejak 1989. Ada juga guru yang sudah mengajar sejak masih gadis hingga sekarang ia sudah memiliki cucu.

Pertemuan ini diadakan karena Mgr Paskalis ingin bertemu dengan para guru seminaris untuk memberikan apresiasi atas pengabdian mereka. Perjumpaan Maria dengan Elizabeth merupakan spiritualitas yang mendasari pertemuan ini.

“Sukacita yang dialami oleh Bunda Maria dan Elizabeth menjadi sumber sukacita para guru yang ‘dikunjungi dan disapa’ oleh Bapa Uskup hari ini,” ujar Rektor Seminari Stella Maris RD Jimmy Rampengan dalam sambutannya.

RD Jeremias memimpin sesi sharing dalam semangat sinode.

Spiritualitas sinode juga nampak dalam pertemuan ini. Mgr Paskalis berkenan mendengarkan kesan dan pesan dari para guru. Maka dari itu, RD Jeremias Uskono yang bertindak sebagai pembawa acara pun memfasilitasi pertemuan tersebut dengan menggunakan aturan dalam bersinode: menghormati rekan yang berbicara dengan cara mendengarkannya, efektif dalam mengungkapkan sharing, dan ungkapkan sharing dengan sukacita.

Bagi para guru, suka dan duka yang dialami selama mengajar para seminaris menjadi kesempatan berharga untuk berkontribusi bagi kelahiran imam-imam dan uskup yang siap berkarya bagi Gereja universal. Salah satu guru, Anselmus Seng Openg, merangkum pengalaman imannya dengan mengutip ungkapan dari Yohanes Pembaptis: “Aku bukanlah Dia yang kamu sangka”. Spiritualitas Yohanes Pembaptis inilah yang memotivasi Pak Ansel untuk terus mengabdi bagi seminari yang tahun depan berusia 70 tahun ini.

Mengajar untuk Gereja universal

Bapa Uskup berterima kasih atas kesanggupan para guru untuk ikut mendidik calon imam, yang dengan sungguh-sungguh menyadari bahwa formasi di seminari berbeda dengan proses pendidikan di sekolah umum.

Sejak awal, seminari ini memiliki keistimewaan berupa pemberian kebebasan bagi para seminarisnya untuk melanjutkan ke ordo, diosesan dan tarekat yang mereka pilih. Dengan demikian, para guru juga patut berbangga bahwa mereka mengajar para calon imam yang siap berbakti untuk Gereja universal, tidak hanya untuk Keuskupan Bogor saja.

Sesi sharing para guru.

Mgr Paskalis menambahkan juga menyampaikan mengenai pentingnya kemampuan logika dan bahasa bagi para seminaris. Kemampuan ini menjadi salah satu yang penting untuk disiapkan para guru, karena berkaitan dengan salah satu tugas imam, yakni mewartakan dengan jelas, sistematis dan mudah dimengerti oleh umat.

“Seminari akan memulai hal yang baru di Kahuripan, maka ada beberapa dari guru yang tidak bisa diikutsertakan. Oleh karena itu, seminari mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa dari para guru yang pastinya akan dikenang oleh para seminaris, baik yang sudah menjadi imam maupun yang masih berjuang,” ujar Mgr Paskalis mengakhiri sambutannya. (RD Jeremias Uskono)            

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.