Natal Keuskupan Bogor: Menghayati Hikmat Allah, Menjunjung Martabat Manusia

Bogor—keuskupanbogor.org: Tiap tahun, Keuskupan Bogor menggelar perayaan Natal bersama. Acara ini merupakan tradisi untuk menjaga silaturahmi antara para gembala dan umat, antarumat, serta dengan para tokoh masyarakat. Uskup Bogor, para pastor, bruder, frater, dan suster dari beberapa ordo yang berkarya di Keuskupan Bogor, serta para umat Keuskupan Bogor menghadiri perayaan Natal tahun ini pada Rabu (26/12/2018) malam di Aula Gereja BMV Katedral Bogor.
Kiri ke kanan: RD. Marselinus Wishnu, Maruarar Sirait, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, Bima Arya Sugiarto, RD. Mikail Endro
Hikmat Allah, Sumber Sukacita
“Hikmat Allah terlihat dalam kepeduliaan Allah untuk menyelamatkan kita. Allah menjadi manusia karena kasih-Nya. Menjadi sama dan sepenanggungan dengan manusia, tetapi Dia menjadi pemimpin yang mengarahkan dan membimbing manusia untuk menemukan kebaikan, untuk keluar dari kegelapan,” ungkap Mgr. Paskalis.Ia juga mengajak umat untuk bersukacita atas usia Keuskupan Bogor yang telah mencapai usia 70 tahun, seraya mempersiapkan diri dalam menyongsong Sinode II Keuskupan Bogor yang akan dibuka pada Februari 2019 mendatang. “Salah satu prioritas yang ditegaskan dalam sinode mendatang adalah perhatian kita pada keluarga-keluarga. Maka, melalui momentum Natal ini, saya berharap kita semua pun kembali pada keluarga,” tegasnya.
Menjadi Manusia Beradab
Ketua Pelaksana Natal Keuskupan Bogor 2018 RD Marselinus Wisnu Wardhana, yang akrab disapa Romo Marsel, dalam sambutannya menjelaskan tentang pengertian hikmat sesungguhnya dalam Kitab Mazmur, yakni takut akan Allah. Takut akan Allah berarti tidak melanggar apa yang menjadi perintah-Nya, menjunjung kemuliaan-Nya, dan juga menjunjung martabat manusia yang beradab.Ia pun mengingatkan kepada hadirin, bahwa sebagai anak bangsa, kita memiliki kewajiban yang sama untuk membangun bangsa yang beradab, menciptakan perdamaian dan sukacita bagi semua kalangan.Situasi negeri yang tengah berduka karena bencana alam juga menjadi perhatian dalam perayaan Natal ini. Romo Marsel mengajak umat yang hadir untuk tidak berhenti berdoa dan berjuang memberikan pertolongan kepada mereka yang menderita. Sebab dengan kelahiran-Nya, Allah terlebih dahulu mencintai kita, maka kita juga dilahirkan untuk berbelas kasih kepada mereka yang menderita.
Penampilan Kontingen Keuskupan Bogor untuk Pesparani 2018.
Bogor Milik Semua
Perayaan Natal Keuskupan Bogor ini dibuka dengan Ibadat yang dipimpin oleh RD. Jeremias Uskono. Para pastor, suster, frater, dan umat pun turut memeriahkan acara ini dengan menampilkan beragam pentas seni. Mulai dari penampilan paduan suara dari kontingen Keuskupan Bogor untuk Pesparani 2018, kor OMK BMV Katedral, tarian balet, band akustik, hingga line dance bersama yang dipimpin oleh para frater dan suster Fransiskan. Para imam dan umat juga saling bersalaman memberikan ucapan selamat Natal sebelum santap malam.Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto serta para tokoh lintas iman juga turut hadir dalam acara ini. “Atas nama pemerintah Kota Bogor, saya mengucapkan selamat Natal. Damai di hati, damai di bumi, damai di seluruh negeri. Insya Allah, Bogor akan selalu menjadi milik kita semua; bukan hanya milik satu-dua golongan, tapi milik kita bersama!” ujar Bima Arya dalam sambutannya.(Maria Dwi Anggraeni/ed. Mentari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.