OMK Dekanat Tengah Ikuti Temu Karya Komisi Kerasulan Kitab Suci

Villa Erema-Keuskupanbogor.org: Sabtu-Minggu, 21-22 April 2018 OMK Dekanat Tengah mengirimkan perwakilan untu mengikuti kegiatan Temu Karya Kerasulan Kitab Suci yang diadakan oleh Komisi Kitab Suci Keuskupan Bogor di Villa Erema. Sebanyak 40 OMK Dekanat Tengah bergabung dengan OMK Megamendung menghadiri ajakan dari Komisi Kerasulan Kitab Suci untuk terlibat aktif sebagai tuan rumah. OMK Dekanat Tengah bertemu dengan OMK perwakilan setiap Keuskupan Regio Jawa mengikuti kegiatan yang disusun oleh panitia pelaksana. Panitia pelaksana mengadakan kegiatan yang dimulai sejak hari kamis, namun khusus OMK dipusatkan pada hari Sabtu dan Minggu.

Perayaan Ekaristi Komisi Kitab Suci Regio Jawa di Gereja St. Yakobus Megamendung

Selama kegiatan berlangsung, OMK mengikuti seminar tentang Kitab Suci dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 18.30. OMK mendapatkan materi Kitab Suci mengenai pemahaman dasar iman Katolik. OMK Dekanat Tengah sangat beruntung dapat mengikuti kegiatan ini, karena banyak pengalaman baru yang didapatkan. Terlebih, ajakan Komisi Kitab Suci yang memulai melibatkan OMK agar sejak usia dini semakin bersahabat dan akrab dengan Kitab Suci. Setelah makan malam, OMK berkumpul dengan seluruh peserta dari setiap keuskupan untuk mengikuti pentas seni. OMK dan perwakilan dari masing-masing keuskupan menampilkan drama Kitab Suci. Ada wayang wahyu, ada kisah pertobatan Atmo, kisah orang yang tidak suka Kitab Suci, dan lain-lain. Semua penampil membawakan drama Kitab Suci dengan riang sehingga tidak membosankan.

Minggu pagi, setelah sarapan OMK, seluruh peserta dan panitia bergegas menuju Gereja St. Yakobus Megamendung untuk mengikuti perayaan Ekaristi pukul 09.00. Misa dipimpin oleh RD. Harsono, dan didampingi oleh RD. Adi Indiantono, RD. Romanus, dan RD. Marsel, Setelah Misa, semua peserta dan OMK makan bersama lalu pulang ke rumah masing-masing.

Kabar Gembira dalam Gaya Muda

Dalam pertemuan kegiatan ini, banyak hal baru yang dapat direfleksikan oleh OMK Dekanat Tengah. Mereka dapat belajar Kitab Suci secara lebih mendalam melalui penyampaian yang asyik, renyah dikunyah, dan bergaya muda, sehingga lebih mudah bagi orang muda untuk menerima dan meresapinya. Belajar Kitab Suci itu dimulai dengan mendengarkan, setelah mendengarkan diikuti dengan aktivitas enerjik, sehingga orang muda tidak hanya sekedar membaca tetapi bisa mengaktuliasasikan pemahamannya. Allah itu Roh. Roh yang hidup itu milik Allah. Daya kekuatan yang diberikan oleh Allah yang ditanamkan dalam diri OMK adalah roh. Maka, roh yang baik pasti mengerjakan sesuatu yang baik berdasarkan kehendak Allah, itulah buah-buah roh.

Dalam sharing bersama OMK Dekanat Tengah di acara yang terpisah, didapatkan analogi bahwa OMK itu bagaikan tanaman baru, ia sedang ingin tumbuh, dan ia bebas untuk tumbuh. OMK bagaikan tanaman yang haus, dan ia bebas untuk minum. OMK bagaikan tanaman yang lapar, dan ia bebas untuk makan. Tetapi, sebagai tanaman ia sebenarnya terpaku pada satu tempat, pada satu iman, tetapi jika tidak ada yang menyiramnya ia akan mati dan tidak tumbuh lagi. Jika tidak ada yang memberi minum, ia akan haus dan mati, jika ia lapar dan tidak ada yang memberi makan ia akan mati. Jika OMK tidak ada yang memberi Sabda bagaimana ia akan tumbuh dalam Iman yang berakar kuat? Maka, harus ada yang datang mendekati OMK, harus ada yang menyirami, dan yang menyirami adalah dia yang berani mendatangi OMK bukan yang menunggu tanaman itu datang. Seorang penyiram tumbuhan mendatangi satu per satu dan memperhatikan apakah tanaman itu tumbuh atau tidak. Bagaimana mungkin kita mengharapkan OMK tumbuh dan berkembang baik dalam iman jika tidak ada yang mendatangi. Seringkali, OMK berinisiatif datang dan minta disirami hal yang rohani dan alkitabiah, tetapi sering pula tidak ditanggapi dengan baik.

Pertemuan ini menjadi gerakan baru bagi OMK Dekanat Tengah. Melalui pertemuan ini, semoga ada penyegaran baru yang menularkan kebaikan-kebaikan tentang kabar gembira. Kabar adalah sesuatu berita yang terbaru, kabar gembira selalu baru, maka harus selalu diberitakan. Siapapun yang sudah mendengar kabar haruslah mengabarkan. Kabar Gembira tidak membuat orang diam. Kalau ia bergembira karena kabar itu pasti ia akan menyampaikan sukacita kepada banyak orang. Kabar Gembira itu adalah kenangan akan Kristus yang bangkit dengan mulia. KebangkitanNya menjadi tanda bahwa Allah mengasihi manusia. Manusia pun secara pribadi menjadi percaya akan kasih Allah. Aku percaya akan Kasih Allah. Semoga kegiatan yang berlangsung ini menjadi santapan rohani bagi orang muda katolik, dan OMK Jaman Now makin bersahabat dengan Kitab Suci. (RD Marsel)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.