Pantang Puasa Tanda Syukurku Pada Allah

Motivasi berpuasa, berpantang, berdoa dan beramal bukan karena kewajiban ritual agama tetapi ungkapan rasa syukur atas kerahiman Allah.

Renungan Harian
Rabu, 7 Maret 2019
Rabu Abu
Bacaan : Yoel 2 : 12-18 ; II Korintus 5:20 – 6:2, Matius 6:1-6.16-18

Nabi Yoel dalam bacaan pertama memberikan ajakan “berbaliklah kepada Tuhan sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan penuh kasih setia (Yoel 2:13). Ajakan ini menekankan betapa tak terbatasnya kasih dan kesabaran Tuhan. Pantang, puasa, doa dan amal yang akan kita jalani selama masa retret agung ini hendak membawa kita untuk semakin mensyukuri rahmat Allah yang tak terbatas; bukan karena sebuah kewajiban atau aturan agama.

Dalam surat gembala yang dibacakan dan disebarkan kepada umat, Mgr Paskalis memberikan setidaknya lima gerakan pertobatan yang bisa dilakukan selama masa prapaskah ini : pertobatan sakramental, kebangsaan, peduli nilai-nilai Pancasila, ekologis, dan perjumpaan tanpa smartphone. Gerakan ini pertobatan ini sungguh signifikan dengan kondisi saat ini. Pada sisi lain beredar pula ajakan pantang dan puasa ala milenial seperti : puasa plastik, puasa menggunakan kendaraan pribadi, pantang menyebarkan hoax dalam media sosial, pantang membuang makanan dan air bersih, pantang mengeluh, dsb.

Penginjil Matius membawa kita untuk menyadari bahwa laku tobat yang kita lakukan hendaknya dipersembahkan untuk Allah. Sukacita pertobatan hendaknya ditampilkan. “Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu (Matius 6:16). Pantang, puasa, doa dan amal bukanlah beban bila kita menyadari rahmat dan berkat Allah yang tak terbatas. Semoga masa tobat ini membawa kita semakin bersukacita karena mampu melihat dan menyadari tak terbatasnya kebaikan Allah.

Tuhan ajar aku untuk menjalani masa retret agung selama 40 hari ini sebagai ungkapan syukur atas segala berkat dan rahmat-Mu selama ini; mampukan aku untuk meraih salah satu niatan terbaikku selama masa tobat ini. Amin

RD David

2 thoughts on “Pantang Puasa Tanda Syukurku Pada Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.