Pembukaan Sekolah Misi Remaja, Mgr. Paskalis: Hayati Iman Katolik dengan Gembira

Bogor-keuskupanbogor.org: Sabtu (14/3/2020) pagi hingga siang hari, di Aula Magnificat lantai 4 Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Bogor digelar acara pembukaan program Teens School of Mission (TSOM) yang diinisiasi oleh Komisi KKI-KKM Keuskupan Bogor. Kegiatan dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh  Mgr. Paskalis Bruno Syukur, RD. Paulus Haruna dan RD. Yosef Irianto Segu.

Dalam homilinya, Mgr. Paskalis berterima kasih kepada peserta yang hadir karena mereka mau ikut berproses dalam kegiatan TSOM yang baru pertama kali diadakan di Keuskupan Bogor. Mgr. Paskalis juga mengajak agar para peserta yang berusia remaja tersebut untuk mau mengembangkan dirinya sehingga menjadi remaja yang berkualitas.

Lebih lanjut, Mgr. Paskalis menjelaskan bahwa remaja yang berkualitas adalah remaja yang menghayati imannya akan Yesus Kristus dengan gembira. Remaja berkualitas juga bergembira dalam menghidupi iman Katolik-nya.

“Remaja Katolik dididik dan dibina untuk menjadi misionaris, sehingga Gereja bertumbuh dan berkembang terus. Dengan demikian, mereka juga dapat menghidupkan Gereja agar Gereja menjadi rumah yang baik untuk mewartakan kerahiman Allah,” tutupnya mengakhiri homili.

Seusai Misa, para peserta yang dibagi menjadi 8 kelompok untuk menuntaskan TSOM Challenges dengan dibimbing oleh para fasilitator yang merupakan seminaris dari Seminari Menengah Stella Maris Keuskupan Bogor. Para peserta berotasi menuju pos-pos yang disediakan. Di setiap pos, para peserta diajak untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan arahan dari fasilitator. Metode ini digunakan agar peserta memahami makna misi melalui kegiatan yang santai dan penuh kegembiraan.

Pendampingan Intensif

Program TSOM atau Sekolah Misi Remaja berupaya untuk membentuk remaja Katolik yang cerdas, tangguh dan memiliki semangat misioner di dalam dirinya. Dalam kegiatan pembukaan yang dilaksanakan hari ini, para peserta diajak untuk mengenali iman mereka melalui metode permainan secara berkelompok.

Dengan mengusung tema “Remaja Katolik Hidup Dalam Kristus Dengan Gembira, Cerdas, Tangguh dan Misioner”, peserta yang datang diajak untuk merefleksikan setiap proses yang mereka ikuti selama satu hari ini. Mereka juga diharapkan untuk dapat merawat kegembiraan Kristiani dalam diri mereka, yang menjadi ‘modal’ untuk selalu siap sedia mewartakan Injil melalui kesaksian hidup sehari-hari dengan semangat 2D2K (doa, derma, kurban, dan kesaksian).

Salah satu tujuan yang ingin dicapai melalui program TSOM adalah untuk memberikan pendampingan iman intensif bagi remaja yang telah dibaptis Katolik. Indikatornya adalah para peserta mengetahui dan memahami pokok-pokok ajaran iman Gereja Katolik.

[Maria Dwi Anggraeni]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.