Pemuda Katolik Komcab Depok dan Bekasi Lantik Pengurus Baru

Depok–keuskupanbogor.org: “Pemuda Katolik, kehadiran kalian diharapkan mampu melebur ke masyarakat tanpa membawa atribut organisasi, tapi terjun langsung sebagai perpanjangan tangan Gereja, yaitu sebagai garam dan terang!” ujar RD Dionysius Adi Tejo Saputro. Sabtu (1/6/2019) sore itu, Pastor Dion sebagai moderator Pemuda Katolik Depok membuka acara Pelantikan Pengurus Pemuda Katolik ke-2 & Masa Penerimaan Anggota Komisariat Cabang Kota Depok dan Bekasi di Aula Paroki Herkulanus.

Pastor Dion berpesan kepada para pengurus Pemuda Katolik untuk tetap menjadi fondasi Gereja, dan berjalan sesuai aturan Gereja Katolik. Risiko terlahir sebagai orang Katolik adalah harus siap menderita. Maka mulailah dengan melakukan sesuatu yang sederhana: menjadi garam dan terang dalam tindakan sekecil apapun.

“Banggalah menjadi orang yang dipilih dan dipakai Allah. Perbuatlah sesuatu dalam reksa pastoral melalui organisasi Pemuda Katolik di mana pun berada,” ujar Pastor Dion.

Kiri ke kanan: Ketua Komda Jabar Fredi Tulis, Pastor Moderator RD Dionysius Adi, Wakil Komda Jabar Frans Sinaga, Sekretaris Komda Jabar.

“Anda diharapkan dapat berjejaring bersama dan bukan berkompetisi, tetapi saling mendukung, baik dengan WKRI, FMKI, PMKRI dan sebagainya. Semua harus taat pada aturan Gereja,” tegas Pastor Dion kepada para pengurus dan anggota kelompok Pemuda Katolik yang didirikan pada 15 November 1945 ini.

Setelah rehat, acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang kota Depok dan Bekasi. Satu per satu nama pengurus yang akan dilantik dipanggil untuk maju. Prosesi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila dan Tri Prasetya Pemuda Katolik.

Teruslah bergerak

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Sukur H. Nababan, anggota DPR RI 2014-2019 yang kembali terpilih untuk periode 2019-2024. “Kendala bukan suatu kiamat; tantangan bukan membuat kita berhenti, tetapi harus kita sikapi sebagai penguatan hati, pikiran, dan kemampuan,” ungkapnya.

Menurut Sukur, saat kita mampu melewati tantangan itu, maka kita akan naik kelas. Tidak ada cara pintas untuk mencapai kesuksesan, tapi perlu kesabaran, maka semua akan indah pada waktunya.

Sukur H. Nababan.

“Teruslah bergerak, pada saatnya Tuhan akan berikan kepada kita, yakinlah dan terus berusaha dan bekerja. Keajaiban itu akan terjadi bagi orang yang berusaha dan bekerja keras berbungkus dengan doa. Biarkan Tuhan bekerja setelah kita berusaha sekuat tenaga,” ujarnya menyemangati para Pemuda Katolik yang disambut dengat tepuk tangan.

Acara yang dihadiri kurang lebih 100 orang Pemuda Katolik dan undangan baik dari pemerintahan kota, NU dan organisasi lain ini terasa penuh semangat patriotik. Setelah ramah tamah dan buka puasa bersama, rangkaian acara ditutup dengan diskusi kebangsaan bersama Hendrik Tangke Allo dan Ari Nurcahyo. (Aureliarani/MEKAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.