Sambut 100 Tahun Maximum Illud, Katekis se-Indonesia Ikuti Pertemuan di Denpasar

Denpasar–keuskupanbogor.org: Komisi Kateketik KWI menyelenggarakan acara tahunan Pertemuan Nasional Katekis ke-4 pada 26 -29 Agustus 2019 di Hotel Sun Island Denpasar – Bali. Katekis yang menjadi sasaran acara ini adalah para katekis lapangan, yaitu mereka yang berkarya di paroki-paroki atau stasi-stasi.

Kali ini, Ketua Komisi Kateketik Bogor RD Andreas Bramantyo mengirim dua orang perwakilan katekis lapangan, yaitu Florentina Winarsih, M. Pd. (Perwakilan dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong) dan Christina Andis Adianti (Perwakilan dari Paroki St. Paulus Depok) untuk mengikuti kegiatan ini. Keduanya dinilai sudah cukup lama berkarya dalam menjalankan tugas panggilannya di tengah umat.

Selain untuk meningkatkan motivasi panggilan para peserta sebagai katekis lapangan, acara ini juga menjadi kesempatan yang baik untuk saling berbagi pengalaman dan kegiatan katekese di keuskupan masing-masing. Tema yang diusung dalam Pernas Katekis ke-4 ini adalah “Kegembiraan dan Pembaharuan Semangat Misioner Katekis Menyambut 100 Tahun Maximum Illud”. Pertemuan ini juga diharapkan menjadi bentuk penghargaan atas jasa para katekis yang menjadi ujung tombak dalam karya pewartaan Gereja Katolik Indonesia.

Berbagi untuk saling meneguhkan

Acara ini dibagi menjadi 4 sesi besar. Pada hari pertama, peserta mengikui pembukaan dan perkenalan.  Setelah Misa pembuka, acara diawali dengan Sambutan Uskup Denpasar Mgr. Dr. Silvester San, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Komisi Kateketik KWI Mgr. Dr. Paulinus Yan Olla, MSF. Pembukaan acara di hari pertama ini juga dimeriahkan dengan penampilan tarian daerah.  

Di hari kedua, peserta mengikuti sesi sharing kelompok. Tiap peserta sebelumnya diminta untuk mengirim tulisan mengenai pengalaman serta pergumulan sebagai katekis. Pengalaman dan pergumulan ini mencakup suka-duka, kegembiraan, harapan, kecemasan, tantangan dan kesulitan yang mereka rasakan.  Tulisan ini kemudian diceritakan dalam kelompok kecil yang masing-masing diberi waktu 15 menit. Di sini, para peserta saling menceritakan kisah panggilannya sebagai pewarta/katekis, motivasi, pergulatan, cita-cita, serta aneka pengalaman menarik selama menjadi katekis.

Memasuki hari ketiga, peserta pertemuan menyimak beragam materi dan masukan dari narasumber. Semangat mereka pun dibaharui kembali dalam sesi ini. Di hari terakhir, peserta mengikuti rekreasi dan penutupan sebelum kembali ke keuskupannya masing-masing untuk terus berkarya. (Aureliarani/MEKAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.