Pesta Nama Paroki BMV Katedral, Mgr. Paskalis Ajak Umat Meneladan Maria

Bogor – keuskupanbogor.org: Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa merupakan ajaran Gereja yang disahkan oleh Paus Pius IX pada 8 Desember 1854. Ajaran ini menyatakan bahwa Perawan Suci Maria, sejak saat ia dikandung oleh rahmat yang luar biasa dan oleh pilihan Allah Yang Mahakuasa karena pahala Yesus Kristus Penebus umat manusia, telah dibebaskan dari segala noda dosa asal. Karena Maria dipilih menjadi Bunda Penebus, maka ia dianugerahi karunia-karunia yang layak untuk tugas yang amat luhur. Malaikat memberi salam kepada Maria sebagai ia yang penuh dengan rahmat.

“Karena kepenuhan rahmat inilah Maria dapat memberikan persetujuan imannya kepada pernyataan panggilannya. Sejak saat pertama ia dikandung, ia telah dikaruniai cahaya kekudusan yang istimewa. Hal ini hanya terjadi berkat jasa Kristus. Allah telah memilih dia sebelum dunia dijadikan supaya ia kudus dan tidak bercacat di hadapannya,” ucap Mgr. Paskalis Bruno Syukur dalam pengantar Perayaan Ekaristi Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa, Sabtu 8 Desember 2018 pukul 17.00 di Gereja BMV Katedral Bogor. Keistimewaaan Hari Raya ini menjadi berlipat ganda bagi para umat yang hadir, sebab Hari Raya ini dirayakan juga sebagai Pesta Nama Paroki Beatae Mariae Virginis (BMV) Katedral Bogor.

Meneladan Maria

Sebelum Perayaan Ekaristi, para pastor dan umat yang hadir mengawalinya dengan bersama-sama berdoa Rosario di Aula Seminari Menengah Stella Maris Bogor. Setelah selesai berdoa Rosario, Bapa Uskup, para pastor dan umat mengikuti perarakan patung Bunda Maria yang dibawa oleh beberapa OMK menuju ke dalam Gereja Katedral. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur, didampingi oleh asisten RD. Dominikus Savio Tukiyo selaku Pastor Paroki BMV Katedral, RD. Mikail Endro Susanto, serta RD Marselinus Wisnu Wardhana. RD. Paulus Piter, RD. Yustinus Monang Damanik, RD. Stefanus Sri Haryono Putro dan RD. Jeremias Uskono juga turut serta sebagai konselebran.

Dalam homili, Mgr. Paskalis menyampaikan bahwa para pendahulu kita tidak main-main ketika memilih nama besar Santa Perawan Maria menjadi pelindung Gereja Katedral. Maria dipilih oleh Allah menjadi rekan-Nya dalam karya penyelamatan. Inilah misteri Ilahi, bahwa Allah yang Mahakuasa yang menciptakan manusia justru menjadikan manusia sebagai rekan kerja-Nya dalam karya penyelamatan. “Adalah otoritas Allah memilih Maria menjadi pengantara yang melahirkan Kristus. Hal ini berarti bahwa Allah mau berkomunikasi dengan kita lewat Maria. Maka, para umat dan para imam hendaknya mengikuti teladan Bunda Maria dalam hidup dan setiap tugas pelayanannya, yakni taat dan mau berjalan bersama dengan Allah yang komunikatif itu,” tegas Mgr. Paskalis.

Setelah Perayaan Ekaristi, para pastor dan seluruh umat yang hadir mengikuti acara ramah tamah bersama di aula Katedral. Para pastor dan umat disuguhkan tampilan video kompilasi kegiatan paroki yang dilakukan selama tahun 2018 ini. Selain itu, para pastor juga dihibur dan diteguhkan oleh petikan gitar yang dimainkan oleh RD. Paulus Piter dan suara merdu RD. Mikail Endro Susanto. Mereka membawakan dua buah lagu berjudul Ave Maria dan Hidup ini Adalah Kesempatan. Selamat Pesta Nama Paroki BMV Katedral Bogor! (RD Jeremias Uskono)

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: