Puasa – tanda Pertobatan

  • Senin 20 Januari 2020
  • Pekan Biasa II
  • Bacaan I :  1 Sam 15: 16-23
  • Bacaan Injil : Mrk 2: 18-22

Suatu ketika, seorang anak kecil berkata kepada ibunya: “Mom, apakah saya boleh berpuasa?” Jawab ibunya: “Apa yang kamu tahu tentang puasa?”. Kemudian sang anak menjawabnya dengan penuh antusias: “Puasa adalah tidak makan dari pagi sampai sore, setelah itu boleh makan sepuasnya.”

Yesus dalam Injil hari ini memberi suatu pertanyaan menggelitik tentang makna puasa: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? (Mrk 2:19)” Puasa bukan hanya berkaitan dengan Lebih dari itu, puasa hendaknya menunjukan sikap batin yang mendalam. sikap akan pertobatan, berkabung, penantian. Dalam hal ini, penantian akan Tuhan, penantian akan perjumpaan dengan Tuhan.

Puasa itu sendiri hendaknya membawa seseorang untuk sampai pada pertobatan sejati. pertobatan yang tidak hanya setengah-setengah, pertobatan yang total, hidup baru bersama dengan Tuhan.

Untuk dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan, makan Yesus menegaskan pentingnya sikap metanoia (pertobatan total), hidup baru dalam Tuhan. Puasa mengindikasikan anggur baru dalam kantong yang baru pula.

Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk senantiasa memperbaharui diri kami dengan pertobatan yang sempurna. Karena Engkaulah Allah yang berbelas kasih. Amin

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: