Retret Pengutusan Kursus Evangelisasi Pribadi Angkatan ke 7 St. Thomas-Kelapa Dua

Retret Pengutusan Kursus Evangelisasi Pribadi Angkatan ke 7

St. Thomas-Kelapa Dua: Tuaian Memang Banyak, Tetapi Pekerja Sedikit.

kep 1

Keuskupan – Komsos — Setelah peserta KEP-7 mendapat pelajaran dan pembekalan selama 6 bulan dalam 11 Bab materi pengajaran, yang antara lain; Pendalaman Evangelisasi, Perkembangan Iman, Kerajaan Allah dan Keselamatan, Berteman dengan orang-orang, Sharing Iman, Kisah Kristus dan Penyajian Injil, Ajakan untuk Bertobat, Integrasi ke dalam Komunitas, Orientasi Kunjungan Rumah hingga Evaluasi akhir. Adapun para peserta KEP juga mendapat pembekalan tambahan mengenai pengetahuan tentang Hukum Kanonik Gereja yang diberikan dan dijelaskan oleh RD. Y. Driyanto (VikJud Keuskupan Bogor) dalam 2 sesi pertemuan, kemudian ada juga penjelasan tentang Kitab Suci oleh RD. A. Adi Indiantono dengan mengusung tema “Kitab Suciku diselewengkan?” pembahasan kitab suci ini menjadi sangat menarik, kemudian pelajaran tentang Sakramen oleh RD. Alfonsus Sutarno dan Iman Katolik oleh RD. Robertus Eeng Gunawan, dan tentu saja tentang Evangelii Nuntiandi (Mewartakan Injil) dan Evangelii Gaudium (Mewartakan Injil dengan Sukacita) oleh RD. Stefanus Sri Haryono.

Setelah melewati masa kursus selama 6 bulan, peserta KEP angkatan 7 ini hanya tersisa 49 orang saja yang berhasil bertahan hingga masa pengutusan, dimana awalnya terdaftar hingga 86 orang. Melewati banyaknya cobaan untuk dapat terus bertahan mengikuti KEP ini adalah suatu hal yang luar biasa, dalam kesibukan keseharian, dan melawan godaan malas, para peserta KEP dan panitia mampu melewatinya dengan baik hingga saatnya Retret Pengutusan.

Jumat, 11 September 2015 hari dimana seluruh peserta KEP bertolak ke Wisma Puspanita, Ciawi untuk mengikuti Retret pengutusan, dengan semangat dan sukacita semua peserta berkumpul untuk bersama-sama mengikuti misa pembukaan yang dipimpin oleh RD. St. Sumardiyo AP. Setelah misa selesai dan dilanjutkan dengan pujian, kembali peserta harus mengikuti sesi pelajaran tentang Krisis dan Hasil Pemberitaan Injil serta Refleksi Perjalanan Emaus oleh RD. St. Sumardiyo AP. Sebelum pergi tidur seluruh peserta dan panitia mengadakan doa malam.

Sabtu, 12 September 2015, diawali dengan doa pagi bersama, peserta mendapatkan lanjutan sesi pengajaran tentang Perjalanan Tobat Pemberita Injil hingga saatnya Ibadat Tobat hingga pukul 10.30, dilanjutkan dengan pengakuan dosa serta konseling, dimana tujuannya agar seluruh peserta disiapkan tidak hanya secara teori dan ilmu praktek, tetapi juga disiapkan secara hati agar lebih siap menerima perutusan dan menjadi pembawa kabar baik menurut ajaran Kristus. Sore hari adalah saat yang dinanti-nanti oleh seluruh peserta, sebelum misa pengutusan seluruh peserta diajak untuk melakukan refleksi pribadi. Pada pukul 17.30, setelah melewati gladi singkat seluruh peserta dengan hikmat mengikuti Misa Pengutusan, misa konselebrasi yang dipimpin oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur, Bapa Uskup Keuskupan Bogor sebagai konselebran utama, bersama dengan Pastor Paroki St. Thomas RD. Robertus Eeng Gunawan dan RD. St. Sumardiyo AP sebagai Pastor pembimbing Retret Pengutusan, berjalan dengan baik dan sangat khusuk. Dalam homilinya, Bapa Uskup berpesan “Iman tanpa perbuatan adalah mati, maka sebarkanlah kebaikan dengan iman yang penuh sukacita, baik itu ke dalam lingkungan gereja maupun ke dalam masyarakat”. Selesai misa perutusan, seluruh peserta dan panitia bersukacita dan berfoto bersama Bapa Uskup, para

kep2Pastor, para pengajar dan seluruh panitia KEP angkatan ke7 ini. Acara dilanjutkan dengan makan malam bersama. Kemudian, kembali seluruh peserta diberi materi tentang Yesus Pemberita Injil dalam Sengsara. Dalam materi ini, peserta diajak untuk merefleksikan diri agar kuat dalam iman, mental, dan selalu setia walaupun didera berbagai masalah dan cobaan hidup agar kiranya hidup serupa dengan Kristus. Tidaklah mudah tetapi akan membawa keselamatan bagi diri sendiri dan orang banyak. Sesi ini disampaikan oleh Bp. Antonius Rudi Marbun dari Paroki Kristus Raja, Serang, beliau mengajak seluruh peserta bernyanyi bersama dan bersukacita. Hari yang panjang ini ditutup dengan Penerimaan Karunia Allah dipandu oleh Bp. Ign. Urip Widodo dilanjutkan dengan Adorasi yang dipimpin kembali oleh RD. St. Sumardiyo AP, dimana pada sesi ini Roh Kudus benar-benar datang dan menyapa pada setiap individu peserta dengan cara yang berbeda-beda, ada yang berbicara dengan Roh Kudus, ada yang menari, bersenandung bahkan ada juga yang hanya menangis. Hal ini tidak membuat peserta ketakutan, mereka menikmati dan bersyukur bahwa perjumpaan secara personal ini menjadi pengalaman baru yang tidak terlupakan, seperti tercerahkan dan terlahir baru.

Minggu, 13 September 2015, diawali dengan Ibadat pagi, Lectio Divina, dengan bahan mengutip bacaan yang diambil dari Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang dipimpin oleh Ketua Panitia KEP-7, Bp. Rudolf Simarmata, dilanjutkan dengan sarapan pagi. Hari terakhir sebelum penutupan, peserta kembali dibekali dengan pengajaran tentang Peran Roh Kudus dalam Evangelisasi yang dijelaskan oleh Bp. M. Roman Ginting dari BPK Keuskupan Bogor, dilanjutkan dengan pemaparan tentang Program Kerja DPP Paroki St. Thomas Kelapa Dua, dengan tujuan agar para peserta KEP-7 ikut berperan aktif dalam pelayanan nyata gereja dan ikut mensukseskan program-program kerja yang telah dibuat dan dan disetujui oleh Pastor Paroki beserta jajarannya di DPP. Padatnya acara retret kali ini tidak menyurutkan semangat peserta dan panitia KEP-7. Acara ditutup dengan pemilihan ketua panitia untuk KEP-8. Setelah foto bersama, dilanjutkan dengan sharing pengalaman antara panitia dan peserta untuk persiapan KEP tahun depan, acara Retret Perutusan 2015 ini ditutup dengan doa siang dan makan siang bersama.

Retret Pengutusan ini membawa kesan luar biasa bagi setiap peserta yang turut serta, mereka mengatakan bahwa dengan ikut serta dalam kegiatan ini selain menambah keakraban satu sama lain, mereka juga menjadi lebih sadar akan betapa baiknya Tuhan, merasa lebih dekat secara personal dengan Yesus sang juru selamat pembawa damai di hati, ingin segera menyebarkan kabar baik, ingin lebih aktif dan mengajak orang mengenal lebih dekat dengan Kristus, bahkan tak sedikit yang menerima mukjizat penyembuhan.

Bertolaklah ketempat yang dalam dan terbarkanlah jalamu…..

-aureliarani-

 

 

 

3 thoughts on “Retret Pengutusan Kursus Evangelisasi Pribadi Angkatan ke 7 St. Thomas-Kelapa Dua

  1. Anastasia says:

    Luar biasa ,peserta Kep 7,butuh pengorbanan dan perjuangan untuk sukses seperti itu,profisiat untuk peserta Kep 7 ,jadilah PKB ,buat sesama dengan penuh sukacita.

  2. Rudolf Simarmata says:

    KEP adalah aksi nyata dari gereja sbg wadah bagi umat utk lbh dekat dengan Kristus. Belajar bersikap sebagai layaknya Kristus. Ini adalah cara yg paling efektif utk mewartakan Kristus. Melalui KEP umat Katolik sekarang bisa belajar makin dekat dengan Tuhan. Semoga KEP makin giat dilakukan di semua Paroki. Proficiat bagi Panitia dan segenap Peserta Kep 7 Paroki St. Thomas.

  3. Natali says:

    KEP adalah Kursus Evangelisasi Pribadi yang melatih peserta memahami tugas perutusan dari Tuhan Yesus untuk membawa kabar baik kepada orang disekitarnya

    Pada awalnya saya pikir yang ikut KEP itu hanyalah bapak-bapak, ibu-ibu, oma-oma, opa-opa, kaum muda mana ada yang mau ikut hal2 seperti ini. Kita memang gak akan tau kalau kita tidak pernah coba. Kupikir KEP gak menarik, materi yang membosankan, dan lain2. Tanpa ragu, saya yakinkan diri untuk daftar KEP untuk lebih kenal Tuhan dan mengimaninya. Materi2nya menambah ilmu, pengajar2 menyenangkan, saya mendapat byk teman dan saling berbagi pengalaman. Puncaknya saat retret yg plg kusukai krn saat retret kita benar2 menjadi dekat satu sama lain & semakin akrab. Roh Kudus benar2 masuk pada diri saya, menakjubkan!! menyerahkan segala kekuatiran, isi hati sama Tuhan. PLONG rasanya

    Setelah KEP apa yang saya rasakan??Hati senang, bahagia, roh semakin berkobar untuk terus aktif pelayanan di gereja.

    Tuhan memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.