Sahabat yang Baik

Kamis, 10 Oktober 2019 
Hari Biasa, Pekan Biasa 27
Bacaan 1   : Mal 3:13 - 4:2a
Mazmur     : Mzm. 1:1-6
Injil      : Luk. 11:5-13

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”

Lukas 11:9

INJIL Lukas 11:9 ini seringkali menjadi ayat emas dan bermakna bagi kita. Kita sungguh-sungguh merasakan adanya keajaiban dari Allah berdasarkan ayat ini; bahwa kita tidak perlu takut untuk meminta terus-menerus dan tak jemu-jemu kepada Tuhan. Walaupun tak luput dari rasa lelah dan menyerah, kutipan ini memberikan kekuatan bagi yang menginginkan sesuatu dalam hidup. Tentunya perasaan sungkan yang dimiliki karena merasa tidak pantas untuk meminta sesuatu kepad-aNya ini bisa diatasi dengan percaya bahwa kita ini adalah anak-anak Allah yang Ia kasihi. Kita juga percaya bahwa Allah merupakan sahabat yang baik, seperti kata Yesus kepada murid-muridNya.

Namun, tahukah Anda bahwa kita juga memiliki tugas untuk menjadi sahabat yang baik seperti dalam bacaan Injil pada hari ini? Sebagai seseorang yang merasakan kasih Allah lewat banyak hal yang dapat diserap oleh panca indera, misi kita sebagai citra Allah adalah membantu orang-orang untuk merasakan kasih Allah juga. Cara membantunya adalah dengan mengasihi sesama kita, terutama kepada mereka yang belum merasakan bagaimana rasanya dikasihi. Biasanya, mereka ini berada dalam periferi; mereka yang tinggal di luar lingkaran masyarakat umum karena berbagai alasan. Momen bulan misi luar biasa ini hendaknya membawa kita untuk melaksanakan tugas mulia ini, yaitu menyebarkan kasih kepada sesama. Berdoa, berderma, berkurban serta kesaksian yang menjadi semangat hidup orang Katolik menjadi tidak omong kosong dengan aksi nyata ini.

Bacaan pertama pada hari ini menunjukkan bahwa orang yang taat kepada Allah mendapatkan ganjaran-Nya, yaitu menjadi kesayangan-Nya dan diselamatkan. Meski kadang upaya dan niat baik kita terasa sia-sia, mata Tuhan tidak pernah luput dari perbuatan kita, dan telinga-Nya tak pernah henti mendengarkan permohonan kita. Sembari kita meminta kepada Allah akan hal yang sungguh kita inginkan dan butuhkan, hendaknya kita juga menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan. Dengan kata lain, kita menjalankan misi sebagai jemaat Kristiani. Mari menjadi alasan bagi orang lain untuk dapat tersenyum dan merasakan kasih Allah. (Fr. Michael Randy)


Allah Bapa, Engkau telah menunjukkan pada kami jalan kebenaran satu-satunya, yakni melalui Yesus Putra-Mu. Bukalah hati dan kuatkanlah kami, agar tak jemu berharap akan kedatangan-Nya kembali, sambil meneruskan pancaran kasih-Mu bagi semua orang selama kami hidup. Amin.

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: