Sarat Semangat Kebinekaan, Paroki Serang Rayakan Pesta Nama ke-64

Serang—Keuskupanbogor.org: Untuk merayakan pesta nama pelindung paroki, setiap tahun Gereja Paroki Kristus Raja—Serang menggelar aneka kegiatan. Di tahun yang ke-64 ini, Paroki Kristus Raja mengadakan berbagai perlombaan, baik yang bersifat liturgis maupun non-liturgis. Orang Muda Katolik (OMK) dipercaya sebagai panitia pelaksana. Kegiatan ini diadakan selama sebulan sebelum puncak perayaan yang bertepatan dengan Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam, Minggu, 25 November 2018.

Umat mengenakan busana daerah dalam perayaan Ekaristi. (Foto: Komsos Kristus Raja Serang)

Perayaan Ekaristi dimulai pukul 08.30 dan dipimpin secara konselebrasi oleh para pastor yang berkarya di Paroki Kristus Raja: RD. Stefanus Maria Sumardiyo Adipranoto sebagi Selebran utama, didampingi RD. Stefanus Edwin Ticoalu dan RD. Bartholomeus Wahyu Kurniadi sebagai konselebran.

Saat perarakan masuk ke dalam gereja, para OMK mengusung panji dari semua lingkungan, kelompok kategorial, stasi, wilayah, dan paroki. Rasa haru pun menyelimuti hati umat tatkala menyaksikan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang terpancar dalam prosesi ini. Semua pembawa panji mengenakan busana adat dari berbagai daerah di tanah air. Tidak ada sekat perbedaan antara latar belakang suku, adat istiadat, ras, warna kulit—semua membaur jadi satu hati.

Raja yang terlupa

Dalam homilinya, Romo Sumardiyo menegaskan identitas Yesus sebagai Raja Semesta Alam yang menunjukkan penghakiman atas semua manusia dan segala makhluk. Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam ini dirayakan untuk menyambut tahun baru.

Romo Sumardiyo menuturkan bahwa Yesus mengajak kita untuk melihat lagi kenyataan hidup, apakah Yesus masih menjadi Raja yang bertakhta dan berkuasa di dalam diri kita, dalam keluarga, dalam lingkungan, wilayah, stasi maupun paroki. “Ketika banyak kekuasaan yang menarik-narik kita, masihkah kita setia menempatkan Yesus di tempat yang terbaik? Masihkah Ia menjadi pusat hidup kita hari demi hari, di antara beragam tawaran dunia yang begitu menggiurkan? Jangan sampai Kristus Yesus Sang Raja kita parkirkan atau kita pasifkan sementara, hanya karena kita mendapatkan kedudukan penting ditengah masyarakat,” ujar Romo Sumardiyo.

Ia juga menggambarkan bagaimana Yesus sering terabaikan dalam hidup kita sehari-hari. Yesus memang Raja yang bersemayam dalam diri kita, tetapi seringkali kita tidak mempedulikan-Nya. Kita tidak memandang pada-Nya untuk minta nasihat, bimbingan, atau pertimbangan ketika kita hendak mengambil keputusan. Hal-hal inilah yang menjadi refleksi kita dalam pesta Kristus Raja.

Pentas seni meriah

Seusai perayaan Ekaristi, OMK membawa umat menuju acara selanjutnya di Aula Alexander melalui prosesi perarakan dan tarian Ja’i dari Flores. Prosesi tersebut menandakan bahwa perayaan pesta nama Paroki Kristus Raja–Serang yang bertemakan “Kita Hadirkan Kerajaan Allah dengan Mewujudnyatakan Sesanti Li-Ma-K Di Paroki Kita Kristus Raja–Serang”. Kemeriahan langsung terasa dengan berbagai pentas seni, mulai dari tari-tarian oleh TK Mardi Yuana, BIA, perwakilan wilayah Serang, wilayah Cikande, Stasi Cilegon dan juga dari PAKLIK. Para pemenang lomba solo vocal anak-anak dan dewasa pun turut mempersembahkan nyanyian.

Penyerahan hadiah kepada pemenang lomba. (Foto: Komsos Paroki Kristus Raja Serang)

Di sela-sela pentas seni, panitia juga menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba yang diadakan sebelumnya. Lomba-lomba tersebut yaitu perlombaan Liturgis (Mazmur BIA dan BIR,  Cerdas Cermat BIR antar Lingkungan) dan perlombaan Non-Liturgis (Bulu tangkis, tenis meja, PAKLIK, fun games, solo vokal anak dan remaja, serta perlombaan tumpeng antarlingkungan). Puncak dari acara Pesta Nama Paroki ini adalah pemotongan tumpeng hasil kreasi pemenang lomba antarlingkungan se-Paroki Kristus Raja–Serang. (Komsos Paroki Kristus Raja Serang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.