Semangat Bermisi Bukan Permisi

Selasa, 3 Desember 2019 
Pekan Adven I, Pesta St. Fransiskus Xaverius, Imam dan Pelindung Karya Misi
Bacaan I       : 1Kor. 9: 16-19. 22-23
Bacaan Injil   : Mrk. 16: 15-20 

PADA suatu kegiatan lingkungan, Lukas sedikit gusar karena memikirkan Frans yang tidak pernah lagi mengikuti kegiatan lingkungan bahkan kegiatan gereja. Lukas pun berinisiatif untuk menghampiri Frans dan bertanya mengapa ia sudah tidak mau lagi mengikuti kegiatan gereja. Frans merasa bahwa ketika dia sudah rajin pergi ke gereja setiap minggunya; ia sudah menjadi seorang murid Yesus yang diselamatkan. Lukas pun menjelaskan bahwa untuk menjadi murid Yesus tidak cukup dengan hanya pergi ke gereja tiap minggunya saja. Akan tetapi, harus dibarengi dengan tindakan pewartaan. Seperti contoh kecilnya saja mengikuti kegiatan di gereja, aktif dalam bakti sosial, ikut dalam kegiatan lingkungan dan sebagainya.

Bacaan-bacaan kali ini, terutama pada pekan Adven I ini, mengajak kita agar jangan takut untuk mewartakan kabar sukacita. Pada bacaan pertama Paulus mengatakan dengan jelas bahwa dalam mengikuti Yesus, pewartaan kabar sukacita adalah suatu keharusan. Bahkan dikatakan “Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil”. Artinya, pewartaan kabar sukacita adalah bagian dalam kehidupan dalam mengikuti Yesus. Bukan sekadar bagian kecil, melainkan tugas utama dalam menjadi murid Kristus.

Pada bacaan Injil, Yesus mengatakan juga dengan sangat jelas “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Perintah ini tidak hanya ditujukan kepada kesebelas murid saja, akan tetapi kepada kita semua yang mengimani dan mengikuti-Nya. Walaupun ketika itu Yesus sudah meninggalkan kita, tetapi Dia memberikan jaminan bahwa akan selalu menyertai dalam setiap pewartaan tersebut. Artinya, Yesus tidak akan meninggalkan kita bahkan ketika Ia wafat sebagai manusia. Penyertaan-Nya selalu dan senantiasa sampai akhir zaman.

Bertepatan pada hari ini Gereja Universal memperingati Pesta St. Fransiskus Xaverius, pelindung karya misi. Semangatnya dalam melakukan misi patut kita contoh. Ia rela meninggalkan harta kekayaan agar Yesus semakin banyak dikenal banyak bangsa. Mewartakan kabar sukacita adalah tugas bagi kita semua. Hal ini merupakan tugas misi bagi kita semua. Lalu pertanyaannya, apakah sekarang tugas tersebut masih dengan cara lama yang dengan pergi lalu membaptis?

Mewartakan kabar sukacita tidak melulu dengan pergi lalu membaptis. Akan tetapi, hal terpenting dalam mewartakan kabar sukacita adalah dengan melakukan semua ajaran Tuhan. Pewartaan saat ini tidak melulu dengan ‘mengkhotbahi’ orang lain agar mengimani Yesus. Tetapi bagaimana iman tersebut sudah menyatu dengan tindakan kita. Maka yang kita lakukan sebenarnya adalah membiarkan Yesus yang berkarya di dalam diri kita, dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan.

Marilah kita bersama-sama meneladani semangat St. Fransiskus Xaverius dalam mewartakan kabar sukacita dengan melakukan segala yang Yesus ajarkan kepada kita. Seperti rasus Paulus berkata kepada jemaat di Galatia “…namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Gal. 2: 20).

(Fr. Constantin Reynaldo Adja Mosa)

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: