Seminaris Stella Maris Belajar Seksualitas Milenial

Bogor—Keuskupanbogor.org: Setiap Selasa pertama dalam bulan, konferensi menjadi agenda wajib seminaris Seminari Menengah Stella Maris. Selasa (9/10/2018) terasa istimewa karena pembicara konferensi adalah seorang mahasiswi Program Magister Psikologi Profesi Universitas Indonesia, yakni Lidwina Florentiana Sindoro, S. Psi. Mba Flo, demikian para seminaris menyapanya, memberi pemaparan tentang seksualitas yang dikemas secara apik. Pemaparan tersebut terkait dengan tema konferensi kali ini, yakni “SEKSUALITAS SEMINARIS MILENIAL”.

Lidwina F. Sindoro, S.Psi. (Mba Flo) menyampaikan materi mengenai seksualitas bagi para seminaris di Seminari Menengah Stella Maris, Selasa (9/10/2018).
Seksualitas adalah anugerah

Dalam konferensi ini, Mba Flo membahas bagaimana seorang seminaris harus menyadari status yang dimiliki agar dapat mengambil keputusan yang tepat. Perempuan asal Magelang ini menjelaskan bahwa seksualitas yang dipahami oleh kebanyakan orang termasuk dalam pemahaman yang sempit, yaitu hubungan antara laki-laki dan perempuan secara badaniah. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang dipelajari oleh Mba Flo mengenai seksualitas dalam psikologi. Dalam psikologi, seksualitas adalah sebuah energi yang dimiliki oleh setiap manusia yang berasal dari dirinya sendiri, berfungsi untuk menggerakkan manusia untuk berpikir dan merasa, yang bisa diarahkan pada hal positif atau negatif.

Dalam pemaparan yang berlangsung selama dua jam, Mba Flo juga memperkenalkan para tokoh psikologi yang secara khusus mempelajari seksualitas. Para tokoh tersebut adalah Sigmund Freud yang menyatakan bahwa seksualitas dimulai sejak kelahiran manusia, dan Erik Erikson yang berpendapat bahwa seksualitas dimulai sejak masa remaja. Selain itu, para seminaris juga dijelaskan mengenai teori Triangle of Love yang dicetuskan oleh R. Stenberg. Konsep ini menjelaskan bahwa ada 3 bagian atau proses yang dialami oleh manusia dalam relasi dengan lawan jenis ataupun sesama jenis, yakni Infatuation (passion), Liking (Intimacy), dan Empty Love (commitment). Selanjutnya, para seminaris pun diajak untuk melakukan 3S dalam menanggapi seksualitas, yakni Sadari, Syukuri, dan Salurkan agar mencapai tahap yang lebih dewasa dalam kepribadian. Ringkasnya, Mba Flo mengajak para seminaris untuk menyadari dan mensyukuri bahwa seksualitas adalah anugerah dari Tuhan. (RD. Jeremias Uskono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.