Tentang Prioritas

Selasa, 27 Agustus 2019
Pekan Biasa XXI PW. S. Monika
Bacaan I          : 1 Tes 2: 1-8
Bac. Injil        : Mat. 23: 23-26

KADANGKALA kita merasa terjebak ketika hendak menentukan hal apa yang harus didahulukan, dan apa yang bisa dilaksanakan kemudian. Juga tidak jarang, kita justru salah memilih; kita gagal menyusun prioritas atas hal-hal yang harus kita kerjakan.

Walau kerap dilanda kebingungan dalam memilih prioritas, sesungguhnya kita selalu tahu mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Misalnya ketika kita ingin pergi ke gereja. Di perjalanan menuju gereja, kita melihat ada diskon besar-besaran di suatu mall. Lalu dengan pertimbangan segala macam, kita malah memilih pergi ke mall itu karena tergiur diskon. Di sini, sebenarnya kita sudah mengetahui bahwa pergi ke gereja untuk merayakan Ekaristi adalah penting. Tapi kita lebih sering merasionaliasi; mencari berbagai macam pembenaran terhadap apa yang kita pilih atau kita perbuat.

Perihal prioritas ini pun disoroti oleh Yesus. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus melihat bahwa para ahli Taurat dan orang Farisi terjebak dalam ilusi akan prioritas, sehingga Ia menegur mereka dengan keras. Peribahasa ‘gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak’ dapat menggambarkan apa yang mereka lakukan. Melalui teguran-Nya, Yesus menegur mereka agar tidak melupakan nilai-nilai terpenting dari Hukum Taurat, yakni keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan.

Sebagai orang yang beriman, kita pun harus memperhatikan hal ini. Teguran Yesus bukan hanya ditujukan kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, tetapi juga kepada kita semua yang hendak mengikuti-Nya. Kita perlu lebih bijaksana dalam menimbang mana yang lebih penting dan lebih besar terlebih dahulu. Jangan sampai kita terjebak pada keinginan semu semata.

Selama ini, kita mungkin telah mengabaikan keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan hanya demi memuaskan kepentingan pribadi. Maka dari itu, kita perlu merefleksikan kembali prioritas dalam kehidupan beriman kita: apakah selama ini kita terpaku pada hal-hal teknis saja, atau sudahkah kita sungguh mengamalkan perintah kasih-Nya dalam hidup kita sehari-hari? (Fr. Constantin Reynaldo Adja Mosa)


Allah Bapa Yang Maha Adil, tuntunlah kami selalu dalam memilih dan menempuh jalan hidup kami. Jangan sampai kami abai terhadap cinta-Mu yang Kau kehendaki untuk kami wartakan pada dunia. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.