Walau Susah Percaya, Allah Ada!

Sabtu, 12 Oktober 2019
Pekan Biasa XXVII 
Bacaan I     : Yoel 3: 12-21
Bacaan Injil : Lukas 11: 15-26                                                                     

DI suatu pagi yang cerah, Miun bergegas mengambil sepeda dan berangkat kuliah karena terlambat bangun. Selesai berkemas, ia mengunci kamar dan dengan tergesa-gesa mengayuh sepeda. Keringat mengucur deras, namun dia tidak sabar untuk segera sampai sehingga hampir menyerempet kendaraan lain. Sepulang kuliah, di tengah perjalanan pulang ia terguyur hujan deras. Ia lupa membawa jas hujan, sehingga seluruh tubuhnya basah. Ia juga lupa pula membawa kantong plastik untuk membungkus sepatu dan tasnya, sehingga semua bukunya pun basah. Ia segera mencari tempat berteduh, namun tanpa ia sadari, jalur yang ia lalui ternyata licin karena terguyur hujan deras. Miun pun terjatuh. Setelah terjatuh, Miun tak kunjung berdiri dan hanya duduk merenung di tengah hujan, “kalau saja aku tidak bangun kesiangan, mungkin semua akan berbeda.”

Allah begitu baik, ketika Ia menciptakan manusia dengan kesempurnaan-Nya. Kepada manusia, Ia memberikan kehendak bebas dalam segala pilihan hidupnya. Kebebasan manusia dalam memilih membuatnya lebih dewasa. Namun manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan kegagalan. Dalam bacaan pertama hari ini, Nabi Yoel membangkitkan bangsa Israel dari kegagalan menuju ‘lembah Yosafat’ (penghakiman). Kepada bangsa Israel, ia menyerukan agar mereka selalu menyadari bahwa dalam susah pun Allah tetap menjadi tempat perlindungan dan benteng. Rasa aman yang paling dalam ialah karena mengetahui bahwa Tuhan, Allahmu, tinggal di antara kamu. Tetapi ungkapan ini tentunya bukan semata-mata untuk menyejukkan diri dan membuat kita leyeh-leyeh atau ‘santuy’. Godaan, setan, iblis, dan iming-iming tetap mengaum-aum seperti singa mencari mangsanya (1 Ptr5:8).

Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, Lukas pada bacaan hari ini menginspirasi kita untuk teguh memelihara iman kita melalui pendengaran dan melakukan apa yang dikehendaki Allah. Sadarlah dan berjaga-jagalah, sebab ketika kita melakukan apa yang dikehendaki Allah, iblis senantiasa menggoda. Lawanlah dia (iblis) dengan iman yang teguh [jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa] (Mat 17:21).

Di bulan Rosario ini, marilah kita semakin WASPADA (WAlau Susah Percaya, Allah aDA) dengan meneladan kelembutan dan ketekunan Bunda Maria dalam doa kita. Tuhan memberkati. (Fr. Petrus Damianus Kuntoro)

Berikan komentar Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: